Tren Genre Buku yang Diminati Pasar

Belum lama ini kita peringati Hari Buku Nasional, maka relevan rasanya membahas tren perbukuan yang beredar di tanah air. Meskipun selama pandemi penjualan buku mengalami penurunan, hakikatnya industri kreatif perbukuan masih sangat menjanjikan. Kendati tidak mencapai angka fantastis, buku eletronik atau e-book masih membukukan penjualan yang lumayan. Di tengah wabah, sejumlah penulis yang telah menerbitkan sejumlah buku bahkan dikabarkan menerima royalti ratusan juta rupiah dari proyek pemerintah melalui penerbit masing-masing.

Penulis-penulis tersebut memang produktif yang akhirnya mengantarkan mereka meraup keuntungan yang cukup besar. Selain jumlah judul yang banyak, keberhasilan mereka juga berkat pilihan genre yang mereka tekuni. Mulusnya pemasaran buku-buku mereka juga terdongkrak berkat dukungan komunitas yang setia. Jadi bukan cuma mengandalkan toko buku yang cenderung pasif dalam penjualan.

Baca juga: 5-alasan-menerbitkan-buku-secara-indie

Singkat kata, genre ang tepat bertemu dengan target pasar yang pas, yang menyulap buku menuju puncak penjualan. Berikut ini beberapa ragam bacaan atau genre buku yang menjadi tren sehingga membantu penulis menemukan pasar yang tepat dan akumulasi keuntungan berlipat.

  1. Novel romance

Novel bernuansa romance atau kisah asmara terbilang mendominasi pasar perbukuan hampir di seluruh dunia. Kisah percintaan punya daya tarik tersendiri karena setiap orang pernah mengalaminya. Tanpa harus memiliki pasangan, siapa pun bisa menikmati buku-buku dengan muatan romansa yang membangkitkan harapan dan vitalitas hidup. Terlepas dari kadar dan cara penulis mengeloborasi cinta dalam cerita mereka, kisah-kisah tentang dua hati lawan jenis selalu memikat hati.

Di kancah global ada Danielle Steel yang lebih dulu bercokol sebagai pencerita ulung seputar asmara. Dengan buku mendekati 200 judul, penjualan karyanya konon mencapai 800 juta eksemplar di seluruh dunia—sungguh angka yang memukau. Lalu ada Nora Roberts yang telah menerbitkan setidaknya 225 buku dengan tema romance. Selain itu, jangan lupakan Sandra Brown yang bukan hanya laris menjual novel asmara tetapi juga buku-buku thriller yang menegangkan.

Di tanah air, kita punya Marga Tjoa yang beken dengan sebutan Marga T. Ia termasuk salah satu penulis paling produktif di Indonesia. Mira Widjaja atau yang kondang sebagai Mira W. juga penulis roman populer yang mumpuni. Banyak karyanya yang terlah difilmkan, sama seperti Dee Lestari penulis dari generasi lebih muda yang juga menampilkan asmara dalam cara yang berbeda dalam buku-bukunya. Dee dikenal kuat dalam riset penulisan yang semula bertolak dari penerbitan indie.  Dalam deretan ini perlu juga ditambahkan Tere Liye, penulis prolifik yang juga sukses menulis buku romansa yang sukses pula saat difilmkan.

  1. Cerita anak

Buku dengan target pembaca anak-anak selalu punya tempat tersendiri dalam industri kreatif. Orangtua semakin peduli pada pentingnya pengetahuan yang bisa diserap oleh anak-anak melalui buku. Maka mereka tak segan membeli buku-buku dengan tema apa saja dengan tujuan agar anak-anak suka membaca dan menambah wawasan. Sesuai usia anak-anak, komik atau buku bergambar paling mereka gemari karena mengandung gamba-gambar berwarna yang memikat. Teks tampil cukup minim, dengan jenis font lucu dan besar sehingga mereka menyukainya. Buku anak semakin digemari karena biasanya dicetak di atas kertas yang tebal dan eksklusif—seperti boardbook atau pop-up book.

  1. Horor

Tren buku horor hampir selalu eksis dalam dunia perbukuan. Horor di sini bisa berupa misteri seperti buku-buku karangan Stephen King yang penah menjadi penulis buku indie sebelum akhirnya sukses di kancah internasional bahkan hingga kini diwarisi oleh sang anak. Ide-ide yang digarap oleh King memang unik dan nyaris tak terpikirkan, baik yang berbau alien atau suspense yang menakutkan.

Untuk pembaca Indonesia, buku-buku horor yang menjadi tren cenderung berbau mistis atau klenik. Model hantu-hantuan atau mitos mengerikan di suatu daerah kerap diangkat sebagai materi untuk buku horor. Kadangkala folklore juga menjadi sumber ide penggarapan buku horor meskipun jumlahnya tak sebanyak tema hantu yang menakutkan, atau tema serupa yang dipelesetkan.

  1. Biografi

Buku-buku biografi tak pernah lekang oleh zaman. Sejak era Ramadhan KH yang piawai menggubah biografi tokoh-tokoh penting, hingga era Albertine Endah dari generasi lebih muda, buku yang menceritakan perjalanan seseorang masih sangat diminati oleh pembaca. Apalagi jika buku tersebut autobiografi yakni ditulis oleh pelaku sendiri, maka antusiasme publik pun semakin besar. Lebih-lebih jika tokoh atau sosok tersebut memiliki peran sejarah yang penting atau menunjukkan kesuksesan secara ekonomi atau sosial.

  1. Religi/inspirasi

Sebagai makhluk yang tak bisa dipisahkan dari Tuhan, buku-buku bertema religi bisa dipastikan tak akan sepi. Entah berbentuk teks serius atau populer, buku-buku bermuatan agama selalu punya segmen pembaca khusus. Manusia ingin memperoleh jawaban atas berbagai pertanyaan hidup yang bisa mereka temukan melalui bacaan santai dalam konsumsi pribadi. Orang membaca buku-buku semacam ini juga atas dorongan mencari penguatan setelah mengalami kegamangan atau kelimbungan akibat terpaan problem hidup. Buku agama juga mungkin hadir dalam bentuk how-to atau self-help yang memancing inspirasi. Tak jarang buku-buku agama juga tampil dalam penyajian menarik melalui sudut pandang (pengalaman) tokoh terkenal atau seseorang yang penting secara sosial yang pernah mengalami goncangan dan menemukan agamanya kembali.

Apa pun genre yang Anda pilih, pastikan Anda memahami siapa pembaca yang ditargetkan. Segmen pembaca menentukan penerimaan buku saat dilempar ke pasar nantinya. Entah melalui penerbitan indie atau penerbitan mayor, sebuah ide sangat sayang jika hanya disimpan atau dibiarkan terserak begitu saja. Perlu rencana serius dan aksi nyata untuk mengolahnya menjadi naskah sempurna agar menemukan pembaca setia yang menyumbangkan pada kesuksesan penulis. Memahami tren buku yang beredar di pasaran adalah langkah awal yang strategis untuk merumuskan buku yang bermutu.[]

 

Link Pilihan:

Artikel Terbaru

06 July 2020

Penulis kini menjadi profesi yang semakin...

Sumber gbr: freepick.com
01 July 2020

Untuk bisa melakukan akselerasi sebagai penulis,...

11 June 2020

Belum lama ini kita peringati Hari Buku...

08 June 2020

*** Sabrina Febrianti, masih duduk di bangku...

29 April 2020

Halaman sebelumnya di: 10 Penulis Buku Indie...

28 April 2020

Bisakah penulis buku lewat penerbit indie sukses...

02 April 2020

Mengenal jenis kertas sepintas menjadi tugas...

19 March 2020

Jenis font yang sering dipakai dalam buku...

Our Facebook