9 Sumber Ide Menulis yang Sayang Dilewatkan

Sumber ide menulis sebenarnya nyaris tak terbatas. Banyak hal atau topik yang bisa diolah menjadi tulisan menarik. Entah menjadi esai atau buku utuh, ide sangat bernilai harganya. Asalkan cermat memperhatikan sekeliling, aneka bahan tersedia begitu berlimpah. Tak ada alasan untuk kehilangan tema kecuali kita bila kita memang malas mencari atau menyaringnya.

Beberapa sumber ide menulis

Tak perlu bersemadi demi mengejar ilham atau inspirasi. Jagad sekeliling kita, baik lingkup kecil atau yang lebih besar, menawarkan berbagai topik untuk kita angkat ke dalam tulisan hingga bisa diterbitkan menjadi sebuah buku.

  1. Tayangan televisi

Yang paling mudah dan murah tentu menyerap informasi dari pesawat televisi. Tanpa meninggalkan rumah, kita dapat menonton beragam tayangan sesuai minat dan kebutuhan. Namun ingat, baik berupa film atau berita, tontonan televisi tetap harus diseleksi agar mendapatkan tema paling unik.

  1. Youtube

Tren dunia digital yang berkembang pesat menyebabkan perubahan pola orang menikmati tontonan. Salah satunya adalah kecenderungan mengakses berbagai tayangan lewat kanal Youtube. Bermodal paket data, materi apa pun bisa kita peroleh sehingga banyak yang bisa kita gali menjadi buku kelak.

  1. Status medsos

Status teman atau orang di media sosial (medsos), seperti Facebook dan Twitter, pun bisa kita ramu menjadi tulisan atau buku yang menawan asalkan selektif memilih ide. Sesuai karakternya yang berbasis digital, tema-tema yang muncul di medsos kerap bersifat kekinian dan berlangsung cepat sehingga harus jeli memilih topik yang punya pasar potensial.

Baca juga: Manfaat Menerbitkan Buku Bagi Guru dan Dosen

 

  1. Berita online

Jika bosan dengan medsos, kita bisa beralih ke berita yang ditampilkan oleh banyak media online. Karena jumlahnya yang banyak, jangan mudah terkecoh oleh pemberitaan media yang tampak meyakinkan. Baca setidaknya lima media mapan dan alternatif untuk mendapatkan gambaran isu secara mendalam. Dari sana kita bisa petik isu untuk dituliskan.

  1. Fenomena sosial sekitar

Di kota atau di desa, fenomena sosial terjadi seolah di luar kendali—apalagi di abad teknologi yang kian canggih. Pengaruh dunia digital tak bisa dihindari, baik bagi orangtua maupun anak dan remaja. Kejadian-kejadian sepele di sekeliling kita bisa dicatat untuk dicari penyebabnya lalu dikembangkan menjadi tulisan dengan dukungan buku-buku referensi.

  1. Diskusi grup WA

Sumber ide menulis berikutnya adalah WAG atau WA Group yang kini sangat populer. Dibanding grup di Facebook, grup WA sangat dinamis dan tak jarang diwarnai perseteruan antaranggota. Manfaatkan isu yang diperdebatkan atau keluhan yang diceritakan dalam grup untuk mendedah tema sebagai bahan tulisan.

  1. Obrolan keluarga

Mungkin terdengar sederhana, tetapi obrolan bersama keluarga punya nilai yang kadang terlewatkan. Perbincangan seputar isu nasional atau global terkini tak jarang memicu munculnya opini lucu atau bahkan nyeleneh dari anggota keluarga yang bisa kita kembangkan lebih lanjut.   

  1. Traveling

Jalan-jalan atau traveling sudah menjadi tren masa kini. Selama sepuluh tahun terakhir, pariwisata semakin digencarkan dengan pembukaan aneka destinasi dan penginapan yang murah meriah. Selain sebagai sarana rekreasi, traveling atau pelesiran bisa menawarkan banyak ide untuk ditulis. Bahkan paling mudah, kisah perjalanan pun bisa ditulis menjadi buku. Bukan melulu menceritakan destinasi, tetapi meliputi penduduk setempat dan budaya yang memikat.

liburan

 

  1. Buku/majalah

Jika tak memungkinkan berekreasi ke tempat jauh yang membutuhkan dana lumayan, liriklah buku atau majalah sebagai solusi alternatif. Buku apa pun punya koleksi materi yang bisa kita serap lalu pilah menjadi ide tulisan. Majalah pun demikian, bisa kita perlakukan sebagai sumber ide tanpa harus jalan-jalan.

Ternyata ada begitu banyak sumber ide menulis yang sayang dilewatkan. Sumber-sumber itu terjangkau karena bisa kita akses nyaris tanpa bayar. Kalaupun harus bayar, jumlahnya tak signifikan—kecuali jika harus melancong lintas provinsi atau negara.

Manfaatkan sumber-sumber ide di atas untuk melahirkan buku-buku sekarang juga. Akan sangat banyak manfaat menerbitkan buku, terutama bagi guru dan dosen, jika tema bersifat evergreen atau abadi sehingga diburu pembeli sebagai buku laris.

 

Tim Halaman Moeka

www.halamanmoeka.com | Jasa Penerbitan dan Percetakan Buku

 

Link Pilihan:

Artikel Terbaru

10 January 2014

Cloth Diaper (Clodi) atau popok kain modern saat...

13 January 2014

menulis biografi adalah menulis sejarah hidup. Ia...

13 January 2014

Promo murah adalah faktor penting dalam...

13 January 2014

Sering gagal menyelesaikan tulisan? Jangan...

Our Facebook