10 Font yang Sering Dipakai dalam Buku

Jenis font yang sering dipakai dalam buku mungkin tidak berkaitan dengan esensi tulisan. Kendati demikian, ada kebanggaan dan kepuasan tersendiri ketika menyaksikan buku karya kita diterbitkan dalam cetakan yang rapi dengan teks yang tampil dalam font menawan. Pilihan font dapat mempengaruhi daya serap pembaca karena menyangkut kenyamanan saat menghadapi teks tertulis.

Oleh karena itulah, pemilihan font menjadi isu penting saat ide diolah menjadi buku. Berikut ini sejumlah font yang sering dipakai dalam buku, baik sebagai font teks isi ataupun font untuk sampul atau cover buku. Saking pentingnya jenis font, pada halaman hak cipta penerbit buku asing tak jarang disebutkan font yang mereka pergunakan dalam buku bersangkutan.

1. Times New Roman

Times New Roman boleh dibilang adalah font standar dan paling populer dalam dunia penulisan. Dalam banyak lomba menulis, font yang kerap disingkat TNR ini disyaratkan agar dipakai oleh peserta—biasanya berukuran 12 point dengan spasi 1,5 atau spasi rangkap. Tulisan yang dikirim ke meja redaksi surat kabar pun biasanya harus diketik dalam Times New Roman dengan ukuran dan margin standar. Font ini pun muncul dalam berbagai teks buku, baik genre nonfiksi maupun fiksi.

2. Adobe Garamond Pro

Adobe Garamond Pro juga populer sebagai font dalam buku. Buku-buku fiksi seperti novel atau kumpulan cerpen tampak sering mengakomodasi font ini. Dengan ciri khas tipis dan sedikit lekukan, Adobe Garamond Pro memang unik saat dicetak. Tak terlalu tegas di atas kertas sehingga mata tetap nyaman menikmati cerita.

3. Arial

Arial adalah font yang tegas, biasanya digunakan untuk mengetik teks ilmiah atau formal karena hurufnya yang terlihat tegak dan tandas. Font ini seolah mencerminkan ketajaman dan mencegah bias.

4. Calibri

Setiap membuka dokumen baru pada Microsoft Word, lazimnya kita akan dijamu dengan font ini. Dengan karakter huruf yang ramping dan lebih kecil dibanding font lain, Calibri bisa dipakai untuk teks fiksi guna menunjukkan keluwesan tetapi bernas.

Baca juga: Manfaat Menerbitkan Buku Bagi Guru dan Dosen

5. Baskerville

Sepintas mirip dengan Adobe Garamond, font bernama Baskerville cocok untuk buku dengan genre fiksi seperti novel, memoar, atau puisi. Ukurannya relatif lebih mungil dibanding Adobe Garamond Pro, tapi tak kurang berwibawa. Liukannya tak berlebihan tapi tetap tampak jelas waktu dibaca.

6. Myriad Pro

Buku-buku nonfiksi seperti jurnal atau buku hasil penelitian bisa menggunakan font Myriad Pro saat diketik menjadi buku. Sepintas menyerupai Arial tetapi lebih terang tanpa mengurangi ketandasan. Selain itu, Myriad Pro bisa menghemat halaman karena lebih ramping.

7. Palatyno

Buku-buku bergenre fiksi bisa mengandalkan font Palatyno. Dengan lekukan yang tak terlalu halus, risiko penggunaan font ini memang buku akhirnya menjadi lebih tebal.

8. Chunk Five

Font Chunk Five sering muncul di halaman front cover atau sampul depan novel. Pemilihan font ini memang beralasan karena warna tintanya sangat tajam dengan lekukan yang mulus—cocok untuk menarik perhatian orang agar melirik sampul buku.

9. Trajan Pro

Selain itu, Trajan Pro juga kerap dipakai sebagai font untuk sampul buku. Biasanya buku bergenre fiksi yang mengakomodasi font ini karena guratannya tipis yang bisa mewakili isi buku.

10. Roboto

Font ini biasanya dipakai baik untuk teks isi maupun halamn sampul. Roboto jadi primadona sebagai teks utama pada sejumlah media online. Manual atau buku petunjuk pun tak jarang menggunakan font ini. Roboto tampil ramping, nyaris mirip Arial, tapi sedikit lebih manis.

Pada akhirnya, penggunaan font dalam buku, baik isi maupun sampul, kembali kepada preferensi desainer atau selera penulis. Prinsip utamanya adalah teks harus terbaca dengan jelas dan nyaman di mata sehingga transfer ide bisa berjalan tanpa kendala.

Link Pilihan:

Artikel Terbaru

10 January 2014

Cloth Diaper (Clodi) atau popok kain modern saat...

13 January 2014

menulis biografi adalah menulis sejarah hidup. Ia...

13 January 2014

Promo murah adalah faktor penting dalam...

13 January 2014

Sering gagal menyelesaikan tulisan? Jangan...

Our Facebook