10 Penulis Buku Indie yang Sukses (Bagian ke-1)

Bisakah penulis buku lewat penerbit indie sukses secara ekonomi? Pertanyaan ini sering menggelayuti penulis amatir atau yang mengawali karier sebagai penulis. Punya buku laris memang dambaan setiap penulis, tak peduli apa pun genre dan target pembacanya. Di tengah industri perbukuan yang tampak lesu, dan bahkan cenderung menurun seperti saat ini, judul-judul best-seller adalah incaran setiap penerbit.

Betapa tidak, satu judul buku yang laris manis di pasaran bisa sebanding dengan hasil penjualan puluhan judul yang penjualannya jeblok. Tak heran jika penerbit mengutamakan naskah yang ditulis oleh tokoh yang punya basis massa besar atau penulis yang terbukti telah menghasilkan buku-buku laris sebab punya penggemar fanatik.

Kenyataan ini mau tak mau menyempitkan peluang penulis baru untuk memasuki industri perbukuan melalui jalur penerbit mayor. Persaingan antarpenulis semakin ketat sebab naskah yang diterima melulu karya penulis beken atau figur publik yang menggaransi penjualan buku. Harap maklum, sebagai sebuah unit bisnis, penerbit tentu ingin meraup untung dengan cepat dan dalam jumlah besar agar beban ekonomi bisa ditangani.

Contoh penulis indie sukses

Menjadi penulis buku indie, akhirnya, layak dilirik sebagai opsi bagi mereka yang baru saja berkecimpung dalam dunia perbukuan. Pintu kesuksesan nyatanya terbuka lebar berdasarkan pengalaman nyata para penulis berikut ini. Penulis yang menempuh jalur penerbitan indie boleh jadi punya naskah yang bermutu, tetapi garansi nama belum ada sehingga buku ditolak penerbit mainstream. Saatnya bangkitkan optimisme dengan mengikuti kisah sukses sejumlah penulis indie yang telah meraup miliaran rupiah dari buku mereka.   

1 | Andy Weir  

Para penggemar film pasti tahu kesuksesan film berjudul The Martian yang dirilis Oktober 2015. Film fenomenal yang didistribusikan oleh Twentieth Century Fox ini didasarkan pada novel karya Andy Weir yang diterbitkan dengan genre science fiction. Menariknya, novel tersebut adalah self-published alias diterbitkan sendiri tahun 2011. Crown Publishing kemudian membeli hak terbit atas buku itu dan merilisnya tahun 2014.

Andy Weir mulai menulis bukunya tahun 2009 dengan riset serealistis mungkin berdasarkan teknologi yang benar-benar ada. Sumber idenya autentik. Buku-buku yang ia tulis sebelumnya selalu ditolak oleh penerbit sehingga tak satu pun berhasil diterbitkan. Weir pun memutuskan untuk mengunggah naskahnya secara online per satu bab yang ia tawarkan secara cuma-cuma. Karena besarnya animo pembaca di blognya, Weir lalu menjualnya dalam bentuk Amazon Kindle seharga 99 sen (sangat murah karena tak genap 1 dolar).

Di luar dugaan, buku sci-fi karyanya meroket di tangga buku laris Amazon dengan penjualan sebanyak 35.000 kopi selama tiga bulan. Saat itulah Crown Publishing berminat menerbitkannya dalam bentuk cetak pada Februari 2014 dengan harga beli fantastis 100.000 dolar atau setara 1 miliar rupiah. The Martian juga menduduki peringkat buku laris di deretan New York Times Best Seller pada Maret 2014 yang dicetak dalam sampul hard-cover

Selain kesuksesan ekonomi, buku Andy Weir yang semula diterbitkan secara indie berhasil memenangi Seiun Award dari Jepang untuk kategori novel terjemahan pada tahun 2015. The Martian juga mengantarkan Andy Weir untuk menerima John W. Campbell Award untuk kategori Penulis Baru Terbaik. Film adaptasi dengan judul sama pun sukses di pasaran dan mencetak untung luar biasa.

2 | Mark Dawson  

sumber: forbes.tcom

Penulis buku indie kedua yang tak kalah sukses adalah Mark Dawson. Sama seperti Andy Weir, Dawson juga punya kisah sukses dalam self-publishing dengan memanfaatkan Amazon. Buku-bukunya bergenre crime-thriller hingga kini telah terjual setidaknya 300.000 eksemplar tentang seorang pembunuh bernama John Milton. Dawson disebut-sebut telah memanen miliaran rupiah tahun 2014 dan terus meraup keuntungan dari bukunya.

Mark Dawson awalnya punya buku berjudul The Art of Falling Apart yang diterbitkan oleh Pan Books tahun 2000. Sayangnya buku itu jeblok di pasaran; bukan karena mutunya jelek, tapi lebih karena belum banyak yang membacanya. Gagal dengan penerbit mayor, ia pun mencoba menggunakan Amazon’s Kindle Direct Publishing untuk menerbitkan bukunya berjudul The Black Mile. Karena penjualan tak bagus, ia lalu menggratiskan bukunya di Amazon.

Tanpa diduga, buku gratis itu terjual sebanyak 50.000 kopi hanya dalam sepekan. Kesuksesan itu mendorongnya menulis buku baru dalam bentuk serial masih tentang John Milton. Sejak Juni 2013 Dawson berhasil menelurkan enam buku dengan penjualan 300.000 eksemplar. Ia begitu telaten menulis selama 4 perjalanan PP di dalam kereta dari rumah ke kantor karena ia pekerja full-time. Untuk menjangkau pembaca lebih luas, Dawson memanfaatkan blog-blog orang untuk mengulas karyanya. Iklan di Facebook juga ia jajal yang terbukti sangat efektif.  

3 | Mike Omer – A Killer’s Mind

Mike Omer semula adalah seorang wartawan dan seorang pembuat game. Selain A Killer’s Mind yang didistribusikan oleh Thomas & Mercer, yakni imprint milik Amazon, Omer juga sukses sebagai pengarang serial Zoe Bentley sang investigator berlatar belakang psikologi. Buku-bukunya berhasil bertengger di deretan buku laris versi The New York Times dan Washington Post untuk genre serial-killer thriller. Dibanding penghasilannya sebagai computer engineer, Mike Omer meraup lebih banyak uang dari penjualan buku-bukunya sebagai pengarang indie yang dimulai dari kesuksesan eBook pertama berjudul Spider’s Web.

4 | Mark Twain

marktwain – cmgww.com

Siapa tak kenal Mark Twain penulis legendaris asal Amerika yang kondang dengan kutipannya, “Good friends, good books, and a sleepy conscience: this is the ideal life”? Penulis bernama asli Samuel Langhorne Clemens ini punya pengalaman yang cukup unik. Mark Twain melirik self-publishing atau penerbitan indie tahun 1884. Akibat kekecewaannya pada penerbit-penerbit mayor yang pernah menerbitkan karyanya, Twain lalu mendirikan penerbitan sendiri sambil tetap menulis untuk penerbit lain. Buku The Adventures of Huckleberry Fin (1885) dan Personal Memoirs of Ulysses S. Grant (1885) adalah dua buku sukses yang ditempuh lewat jalur indie.

5 | Mel Sherratt

Mel Sherratt adalah penulis buku indie sukses berikutnya. Pengarang buku Taunting The Dead dan serial The Estate ini semula adalah pekerja full-time bidang pelayanan masyarakat. Bukunya berjudul Taunting The Dead telah dikirim ke beberapa penerbit selama 12 tahun tetapi berakhir tragis. Semua penerbit menolak menerbitkannya. Sherratt lalu menuliskan pengalamannya di blog pribadi.

Dari blog itulah ia membangun basis pembaca sehingga membuatnya percaya diri menerbitkan karya pertama di Amazon. Ia yakin pembaca blognya akan menjadi pembeli buku tersebut. Kepedulian Sherratt pada pembaca—yang dibuktikan lewat kesudiannya membalas komentar para penggemar dan menjawab pertanyaan calon penulis baru—akhirnya membuahkan hasil.

Bukunya yang pertama berhasil mencetak penjualan sebanyak 100.000 kopi. Kesuksesan itu diikuti oleh judul-judul buku berikutnya yang membuatnya didekati oleh penerbit-penerbit yang dulu pernah menolak karyanya beberapa tahun silam. Kerja keras dan persistensinya terbukti berbuah manis. Bukan karena cerdik menggali ide, tetapi berkat teknik memasarkan buku yang jitu sebagai faktor penentu kesuksesannya.

Bersambung ke bag .2

 

Link Pilihan:

 

 

Artikel Terbaru

19 July 2020

Kebuntuan ide atau yang sering disebut...

15 July 2020

Bahwa menulis semakin menguntungkan bukan lagi...

06 July 2020

Penulis kini menjadi profesi yang semakin...

Sumber gbr: freepick.com
01 July 2020

Untuk bisa melakukan akselerasi sebagai penulis,...

11 June 2020

Belum lama ini kita peringati Hari Buku...

08 June 2020

*** Sabrina Febrianti, masih duduk di bangku...

29 April 2020

Halaman sebelumnya di: 10 Penulis Buku Indie...

28 April 2020

Bisakah penulis buku lewat penerbit indie sukses...

Our Facebook