Ini 8 Kiat Efektif Memasarkan Buku

Memiliki buku laris adalah impian setiap penulis. Namun tidak semua penulis memahami kiat efektif dalam memasarkan buku mereka sehingga menjadi karya best-seller. Memanen keuntungan dari bisnis perbukuan dimulai dari kecermatan menyelisik sumber ide lalu memilih topik terbaik untuk diolah menjadi buku yang sadar pasar.

Sayangnya, kiat memasarkan buku secara efektif sering kali menjadi misteri apalagi bagi penulis pemula yang dituntut turut mendongkrak penjualan oleh penerbit mayor. Dalam konteks penerbitan buku indie, penulis harus jauh lebih proaktif dan bahkan agresif dalam menjajakan buku karyanya kepada khalayak agar idenya terdengar dan dikenal.      

Kiat efektif memasarkan buku

Biaya pemasaran (marketing) suatu produk, baik berupa jasa ataupun barang, memang cukup besar dibanding pos pengeluaran lainnya. Jika penulis memiliki dana mencukupi, dan bahkan berlimpah, tentu banyak opsi marketing yang bisa ditempuh. Sebut saja menyewa artis kenamaan untuk memperkenalkan karya kita lewat akun medsos mereka.

Namun tak semua penulis sudah kaya, bahkan penerbit pun akan sangat berhati-hati dalam mempromosikan buku baru jika harus menggelontorkan dana pemasaran yang tinggi. Beberapa cara berikut bisa dicoba sebagai kiat efektif dalam memasarkan buku kita. Targetnya adalah karya kreatif kita dapat mencapai pembaca yang lebih luas.

  1. Kuis di media sosial

Kecanggihan era digital seperti sekarang harus kita tangkap sebagai peluang. Media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram masih digandrungi di tanah air dan bisa kita sulap menjadi kendaraan promosi yang efektif. Caranya sederhana: buatlah kuis yang berhubungan dengan buku yang ingin dipromosikan. Karena bentuknya kuis, pertanyaan atau tugas yang diberikan haruslah mudah yang menggugah warganet untuk turut serta. Tanpa syarat yang ribet atau mekanisme yang rumit. Hadiah bisa berupa pulsa, uang, atau bahkan buku yang bersangkutan.

  1. Lomba resensi

Lazimnya buku yang baru dirilis, resensi buku menjadi solusi jitu untuk memperkenalkan judul itu kepada publik. Lomba resensi di blog bisa dipertimbangkan dengan kata kunci atau backlink tertentu yang akan menyebarkan isi buku yang kita tulis di jagat maya. Kalau blog tak memungkinkan, Facebook dan Instagram bisa jadi alternatif. Hadiahnya bisa berupa uang, barang, atau paket buku.

  1. Book tour

Manfaat ngeblog bagi penulis juga bisa termanifestasi melalui book tour. Book tour biasanya melibatkan sejumlah bloger yang kontennya relevan dengan dunia literasi, syukur-syukur jika para bloger tersebut punya basis pembaca yang besar. Penulis bisa mengajak kerja sama dengan mengirimkan buku baru tersebut kepada para bloger yang terpilih menyelenggarakan book tour sesuai timeline. Penulis juga bersedia mengirimkan buku sebagai hadiah bagi pembaca yang beruntung dalam setiap blog.

Manfaatkan taman baca kota sebagai tempat menghelat acara bedah buku.

 

  1. Bedah buku

Buku baru layak dibedah agar masuk dalam radar literasi. Book review atau bedah buku memberi kesempatan kepada penulis dan penerbit untuk menyapa pembaca lama atau menggalang pembaca baru. Bedah buku bisa dihelat di perpustakaan daerah atau tempat publik lain yang potensial menarik perhatian massa seperti kafe. Hadirkan penulis lain atau tokoh yang kompeten dan berpengaruh untuk berbicara sebagai pembedah. Konsepnya bisa menyesuaikan anggaran yang ada.

Baca juga: Manfaat Menerbitkan Buku Bagi Guru dan Dosen

  1. Kirim resensi ke media

Seperti lomba resensi, mengirimkan resensi ke media massa adalah ide brilian untuk menyebarkan kabar tentang terbitnya buku kita. Entah dimuat di media daring (online) ataupun cetak, resensi akan sangat berguna untuk mendongkrak nama dan tema. Pembaca jadi tahu tentang judul serta paparan buku yang ditimbang dengan objektif sehingga layak dibeli.

  1. Ikut sayembara

Walau tak sebanyak dulu, sayembara penulisan buku masih ada di Indonesia. Buku yang sudah kita terbitkan bisa kita kirimkan ke panitia penyelenggara untuk diseleksi di antara buku-buku lainnya. Lewat sayembara buku terbaik seperti yang rutin dihelat oleh Ikapi, kita bisa menyuarakan ide tertentu sekaligus meraih potensi kemenangan yang berarti promosi gratis bagi karya.

  1. Gandeng komunitas

Jika ingin cepat sukses dan mengalami akselerasi, termasuk melariskan buku, kita harus mau bersinergi dan berkolaborasi. Menggandeng komunitas adalah jurus cerdas untuk menyiarkan buku kita kepada pembaca seluas-luasnya. Banyak sekali komunitas yang tumbuh dan hidup di Indonesia. Carilah komunitas yang spiritnya sama dengan kita untuk kita ajak menghelat kegiatan positif bersama-sama.

Mungkin komunitas dongeng, komunitas pengayuh sepeda, kelompok pengajian, remaja penyuka games, dan banyak lagi yang bisa kita berdayakan. Berbagai komunitas membantu kita mengamplifikasi gaung buku kepada para anggota yang keberadaannya sering kali lintas wilayah.

  1. Endorsement tokoh

Meminta tokoh publik atau public figure untuk memberikan pendapat mengenai buku kita juga dapat dicoba untuk mendongkrak penjualan. Boleh pejabat, penulis, atau artis jika memungkinkan. Endorsement ini bisa kita ulang-ulang sebagai materi promosi di media sosial, termasuk blog. Bukan hanya endorsement, foto kita bersama tokoh tersebut bisa kita pajang sebagai sugesti postif bahwa tokoh tersebut juga berkenan membaca buku kita.

Masih banyak kiat lain yang juga efektif untuk memasarkan buku. Cobalah beberapa cara di atas untuk menjajaki pasar baru atau memperkuat pasar lama. Apa pun platformnya, entah penerbit indie atau mayor, penulis harus kreatif memasarkan buku demi mengomunikasikan ide yang bermanfaat bagi pembaca luas.

 

Tim Halaman Moeka

www.halamanmoeka.com | Jasa Penerbitan dan Percetakan Buku

 

Link Pilihan:

 

Artikel Terbaru

10 January 2014

Cloth Diaper (Clodi) atau popok kain modern saat...

13 January 2014

menulis biografi adalah menulis sejarah hidup. Ia...

13 January 2014

Promo murah adalah faktor penting dalam...

13 January 2014

Sering gagal menyelesaikan tulisan? Jangan...

Our Facebook