10 Penulis Buku Indie yang Sukses (Bagian ke-2)

Halaman sebelumnya di: 10 Penulis Buku Indie yang Sukses (Bagian 1)

Selain lima pengarang yang sudah disebutkan pada tulisan sebelumnya, masih ada penulis buku lain yang mendulang sukses lewat jalur penerbitan indie. Sebagian memilih self-publishing atau menerbitkan sendiri lantaran sering ditolak oleh penerbit mayor sebagaimana kisah Mel Sherratt yang mengalami hingga 200 surat penolakan. Namun ada pula yang menempuh jalur indie karena kebebasan yang dimiliki dalam menentukan aspek buku, mulai dari isi hingga desain.

Berikut ini lima penulis buku indie yang juga sukses mendulang keuntungan dari buku yang mereka terbitkan tanpa bergantung pada kesepakatan dengan penerbit mayor atau penerbitan tradisional.   

6 | Dee Lestari

Sumber: dee-gramedia.com

Dewi Lestari atau yang populer dengan nama pena Dee layak disebut sebagai salah satu penulis indie di tanah air yang sukses besar dari buku perdananya. Meskipun selama ini publik Indonesia lebih mengenalnya sebagai vokalis dalam trio “Rida Sita Dewi”, tahun 2001 image itu pun berubah, atau setidaknya bertambah. Lewat novel debutnya berjudul Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh (KPBJ), Dee berusaha menancapkan tajinya dalam kesusastraan Indonesia.

Penjualan novel yang mencapai 7 ribu eksemplar hanya dalam dua pekan sungguh merupakan sebuah prestasi. Perlahan-lahan namanya kian dikenal sebagai pengarang alih-alih (sekadar) penyanyi. Karya bergenre sci-fi ini memang hadir istimewa di tengah pembaca Indonesia sebab memadukan romansa dan sains yang diolah dengan narasi yang cerdas. Betul-betul memperkaya khazanah sastra Nusantara terutama dalam perannya sebagai pengarang wanita.

Dengan disusul novel berjudul Akar (2002), Petir (2004), Partikel (2012), Gelombang (2014), dan Intelijensi Embun Pagi (2016), nama Dee kian berkibar dan diperhitungkan sebagai penulis yang bergengsi. Ketekunan dan tangan dinginnya mengantarkan Intelijensi Embun Pagi menggondol IKAPI Book of The Year 2016. Berawal dari buku indie, Dee melesat menjadi penulis yang buku-bukunya terus diburu. Tak heran jika karya-karya lainnya seperti Filosofi Kopi (2006), Rectoverso (2008), Perahu Kertas (2009), dan Madre (2011) juga laris di pasaran—termasuk karya terbarunya bertajuk Aroma Karsa yang mengagkat tema sangat unik.

7 | Virginia Woolf

Virginia Woolf dikenal sebagai pengarang asal Inggris yang unggul menggunakan teknik stream of consciousness dalam bercerita. Tak heran jika ia dianggap sebagai salah satu penulis wanita terkemuka dalam sejarah sastra. Bersama suaminya, Leonard Woolf yang juga penulis, ia mendirikan Hogarth Press tahun 1917 yang kemudian menerbitkan novel karyanya sendiri juga karya-karya rekannya seperti T. S. Eliot. Tak banyak yang tahu bahwa banyak karya Virginia seperti esai, cerpen, dan novel yang kini dianggap penting seperti Mrs. Dalloway dan To the Lighthouse semula dicetak melalui penerbitnya sendiri.

8 | Lisa Genova

Lisa Genova – sumber gambar: bostonglobe.com

Contoh lain penulis yang sukses lewat buku indie adalah Lisa Genova berkat karya emasnya berjudul Still Alice. Genova menerbitkan buku itu tahun 2007 secara indie. Dua tahun kemudian, tepatnya bulan Januari 2009, Still Allice dibeli oleh Simon & Schuster dengan nilai enam digit dolar. Menariknya, novel debut karya Genova ini sempat ditolak oleh agen naskah selama setahun. Salah seorang agen bahkan menyarankan agar Genova tidak menerbitkannya secara indie.

Genova bersikeras menerbitkan sendiri. Begitu diterbitkan oleh Simon & Schuster group, novelnya segera merangkak di deretan buku laris versi The New York Times dan mampu bertahan hingga 40 pekan. Kesuksesan itu diikuti dengan penerjemahan novel ke dalam 20 bahasa asing dan dijual di 30 negara di seluruh dunia. Puncaknya, buku itu diadaptasi menjadi film berjudul Still Alice oleh Memento Films dan Killer Films yang dibintangi oleh Julianne Moore yang mengantarnya memenangi piala Oscar untuk kategori pemeran wanita terbaik.

9 | Stephanie Hudson

Stephanie Hudson semula bekerja sebagai pelayan di restoran Italia yang terus berjuang mencari pemasukan. Sejak lama ia sudah menyukai dunia menulis, tetapi diagnosis disleksia sewaktu SMA menyebabkan ia tak berani menjadi pengarang. Namun demikian, ia tetap menulis cerpen di waktu senggang tanpa pernah menunjukkannya pada orang lain.

Hingga muncullah ide pada tahun 2009 tentang seorang gadis biasa yang terlibat dalam percintaan di dunia supranatural. Diam-diam ia pun menulis, sampai tuntas satu novel setebal 550 halaman. Saat itu ia berencana menulis serial hingga 9 jilid. Mendapat respons positif dari keluarga, Hudson lantas mengirimkan naskah itu ke penerbit, tapi selama tiga tahun ia mencoba, tetap saja ditolak.

Akhirnya bulan Juli 2012, saat tengah mengandung, ia pun nekat mengunggah naskahnya di Amazon. Dimulai dengan penjualan sebanyak 30 kopi pada pekan pertama, respons pun meningkat. Puncaknya, Juli 2013 usai cuti mlahirkan, Hudson sudah menelurkan empat novel dan memutuskan berhenti bekerja. Ia meraup banyak uang dari buku serial yang ia tulis.

10 | Nick Spalding

Kesuksesan penulis buku indie juga ditunjukkan oleh Nick Spalding yang merilis novel dalam bentuk e-book tahun 2012 berjudul Love From Both Sides dan Love And Sleepless Nights. Kedua novel itu rupanya laris bak kacang goreng. Penjualan Love From Both Sides cukup mencengangkan: mampu membukukan 250.000 eksemplar tahun itu juga.

Penerbit kawakan Hodder and Stoughton lalu tertarik membeli buku-bukunya. Pada saat yang sama, karya Nick juga masih diterbitkan oleh Amazon Publishing’s Lake Union imprint. Nick Spalding juga dikenal sebagai pengarang ‘hibrida’ karena masih menerbitkan buku secara indie maupun tradisional di penerbit mayor.

Apa pun pilihan para penulis dalam menerbitkan karya, kesuksesan mereka tentu saja bukan sulap atau keajaiban ibarat membalikkan telapak tangan belaka. Pilihan self-publishing atau penerbitan indie juga dibarengi dengan upaya membangun jaringan pembaca baik melalui blog ataupun publikasi lain seperti media massa. Memilih jalur indie berarti kerja keras dan mengerahkan upaya kreatif untuk memasarkan buku agar mendapat perhatian publik.

 

Link Pilihan:

Artikel Terbaru

19 July 2020

Kebuntuan ide atau yang sering disebut...

15 July 2020

Bahwa menulis semakin menguntungkan bukan lagi...

06 July 2020

Penulis kini menjadi profesi yang semakin...

Sumber gbr: freepick.com
01 July 2020

Untuk bisa melakukan akselerasi sebagai penulis,...

11 June 2020

Belum lama ini kita peringati Hari Buku...

08 June 2020

*** Sabrina Febrianti, masih duduk di bangku...

29 April 2020

Halaman sebelumnya di: 10 Penulis Buku Indie...

28 April 2020

Bisakah penulis buku lewat penerbit indie sukses...

Our Facebook