Sebagian besar dari kita hidup dengan kesibukan. Ada begitu banyak hal yang ingin kita capai, namun waktu terasa begitu sedikit. Inilah alasan penting bagi kita untuk bisa mengatur, untuk memaksimalkan waktu yang kita miliki. Kita akan kecewa ketika memiliki banyak keinginan tapi selalu gagal mencapainya.
Jika kita meluangkan waktu untuk menganalisa, kita akan menyadari bahwa pola pikir adalah sesuatu yang paling penting dalam hal produktivitas.
Bagaimana kita mendefinisikan pola pikir yang produktif? Atau, lebih tepatnya, apa elemen fundamental dari pola pikir produktif? Berikut ini adalah unsur pola pikir produktif.
YANG PERTAMA ADALAH MOTIVASI
Kita pasti berpendapat bahwa motivasi adalah bagian tak tergantikan dari produktivitas. Kita semua tidak dapat mencapai tingkat produktivitas yang tinggi tanpa motivasi. Karena Motivasi adalah bahan bakar yang memungkinkan kita untuk mencapai tujuan dan sasaran kita.
Tetapi, bagaimana cara menemukan motivasi kita? Mungkin ini sulit, terutama jika kita sudah terbiasa menganut pandangan negatif.
Untuk itu, luangkan waktu untuk menjawab pertanyaan berikut: apa yang mendorong kita menuju ke tempat yang kita inginkan? Apa yang membuat kita rela bekerja keras? Setelah menjawab itu, kita harus mengingat elemen-elemen ini, sehingga kita dapat bekerja untuk memperbaiki diri sendiri. Mendorong diri kita untuk terus membuat kemajuan.
UNSUR POLA PIKIR PRODUKTIF KEDUA ADALAH, KEGIGIHAN
Ketekunan atau kegigihan mewakili elemen kunci lain yang terkait dengan produktivitas. Tanpa kegigihan, kemungkinan untuk mencapai tujuan sangatlah kecil. Ini berlaku di semua bidang; misalnya, seorang pengacara harus gigih agar memenangkan kasus yang ditanganinya. Seorang marketer harus gigih menawarkan barangnya agar bisa terjual dengan memuaskan. Tanpa tindakan yang gigih, kita akan mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan atau masalah.
Pada saat yang sama, kita dapat mengatakan bahwa kegigihan memungkinkan kita sanggup menghadapi kegagalan. Pada saat kita mengalaminya, kita mungkin tergoda untuk menyerah. Namun, kegigihan akan membawa tetap gagah dan berani. Tidak loyo dan cengeng. Kegigihan mengarahkan kita untuk belajar dari pengalaman ini dan menggunakannya untuk mencoba kembali.
Perhatikan kutipan berikut:
“Banyak orang bisa berhasil bukan karena pintar tapi karena mampu bertahan lebih lama saat badai datang, dan ia terus merangkak sedikit demi sedikit meskipun ada rasa sakit.”
Baca juga: 7 Keterampilan Penting yang Harus Kita Tingkatkan sebagai Penunjang Keberhasilan Hidup
KETIGA ADALAH, PERCAYA DIRI
Pola pikir produktif tidak mungkin terwujud tanpa rasa percaya diri, yaitu ketika kita yakin dengan kemampuan dan keterampilan sendiri, tahu bahwa kita mampu melakukan apa yang telah kita pikirkan.
Sering kali, kita gagal mencapai potensi karena kita kurang percaya diri; Tak jarang juga, kita sesungguhnya mempunyai kemampuan atau keterampilan lebih dari yang lain, tapi karena kurang percaya diri, kita hanya berdiri di pinggir, membiarkan orang lain yang bermain.
Ketika kita mengubah sudut pandang kita tentang kemampuan kita sendiri, segalanya menjadi berbeda. Karenanya, luangkan waktu untuk menganalisis keterampilan dan kemampuan kita dan tentukan apa yang dapat kita capai dengannya.
Les Brown mengatakannya dengan baik:
“Jika engkau ingin terbang bersama elang, berhentilah berenang bersama bebek. Tapi sebelum kalian bisa melakukannya, kalian harus percaya terlebih dahulu bahwa kalian bisa terbang dengan usaha kalian.”
UNSUR POLA PIKIR PRODUKTIF KEEMPAT ADALAH, FOKUS
Memikirkan lebih dari satu hal pada saat yang sama bisa terasa luar biasa. Kita mungkin berpikir bahwa multitasking atau melakukan banyak hal pada saat yang sama, adalah hal yang luar biasa. Tetapi itu fakta yang salah. Penelitian menunjukkan bahwa multitasking justru membatasi produktivitas.
Inilah sebabnya mengapa kita harus membiasakan diri untuk berfokus secara eksklusif pada satu hal. Setelah itu, kita akan menyadari bahwa tingkat produktivitas kita akan meningkat secara signifikan.
Fokus juga berarti kita memiliki rencana tindakan yang jelas untuk mencapai tujuan. Menjaga ruang pikiran kita tetap jernih dan memiliki prioritas atau tujuan utama kita sebenarnya.
Kurang masuk akal jika kita berjalan tanpa arah. Bertindaklah dengan mencari kejelasan alasan, kejelasan tujuan, dan kejelasan cara mencapainya. Tinggalkan sesuatu itu, jika kita tidak juga menemukan kejelasan alasan kenapa kita melakukannya.
KELIMA ADALAH, DISIPLIN DAN TIDAK MENUNDA
Untuk mempertajam produktivitas, kita harus bersikap disiplin. Orang yang mempunyai pola pikir produktif tidak menyerah pada kemalasan, alasan, dan penundaan. Apa yang harus dikerjakan hari ini maka harus dilakukan hari ini; tidak ada hari esok. Tidak membiarkan perkerjaan yang harus diselesaikan menumpuk tanpa ditangani. Jangan beranggapan besok masih ada waktu, karena bisa jadi, besok akan datang pekerjaan lain yang lebih berat, yang bisa membuat kita lebih terbebani.
Bersikap disiplin dengan menyelesaikan tugas sesuai jadwal, akan memberi keuntungan bagi kita berupa ketenangan pikiran dan keleluasaan waktu untuk bisa mengerjakan hal lain, berkarya untuk produktivitas maksimal.
“Waktu takkan bisa terulang kembali, ia bagai anak panah yang melesat ke depan. Ia takkan pernah kembali atau mundur ke belakang.”
Sebagai kesimpulan, hal yang kami sampaikan adalah elemen kunci dari pola pikir yang produktif. Tentu saja, ada elemen lain yang perlu diperhatikan. Kalian bisa membaca artikel lainnya pada website ini. Salam.
Pentingnya Menetapkan Tujuan
9 Hal yang Membuat Mental Kita Lemah







