4 Manfaat Penting Memulai Sesuatu dari yang Kecil

Bagaimana kita bisa menghabiskan seekor kambing? Diawali dari satu gigitan.

“Orang yang meratakan gunung dimulai dengan mengambil batu-batu kecil.” Ini adalah salah satu kutipan terkenal dari Konfusius. Dan prinsip ini menjelaskan bagaimana setiap orang dapat mencapai apa yang mereka inginkan jika mereka mau melakukan upaya kecil dan konsisten.

Kebanyakan orang memiliki ide untuk melakukan sesuatu yang besar dan berani. Mereka membaca buku dan mereka melakukan hal-hal besar, menjadi begitu berani.

Namun,  membangun kebiasaan atau melakukan sesuatu untuk jangka panjang, kita memerlukan pendekatan sebaliknya, yaitu mulailah dari yang kecil.

Kita  melihat sebagian besar bisnis yang sukses di luar sana, seperti Apple, Dell, Amazon, dll., semuanya dimulai dari yang kecil.

Jadi mengapa demikian? Jika kalian masih belum yakin, inilah 4 manfaat memulai dari yang kecil.

Baca juga: 8 Alasan Mengapa Percaya Diri itu Penting

 

  1. Memulai dari yang kecil membutuhkan sedikit waktu dan energi

Ini tentu sesuai dengan akal sehat. Lebih mudah mengambil tindakan kecil daripada mengambil tindakan besar.

Jika kita  ingin menurunkan berat badan, apakah kita  mulai dengan pergi ke gym 3 jam sehari selama 7 hari dalam seminggu atau kita  mulai dengan hanya satu jam sehari selama 3 kali seminggu?

Opsi pertama terdengar lebih kuat, tetapi yakinkah ini akan berkelanjutan? Sangat mungkin tidak.

Karena ketika kita mulai dari yang besar, dibutuhkan banyak energi dan waktu. Peluang kita untuk menyerah juga akan tinggi.

Jika kita ingin membuat kebiasaan itu melekat, pastikan kita memulai dari yang kecil.

Ketika sesuatu mudah dilakukan, seperti menyikat gigi, kita  tidak akan pernah mempertanyakan diri sendiri apakah kita  harus melakukannya. Kita otomatis akan melakukannya.

 

  1. Mulai dari yang kecil mencegah kerepotan dan kewalahan

Seperti yang saya sebutkan di atas, ketika hambatannya kecil, lebih mudah untuk melakukan tugas. Dan ini sebenarnya mencegah kita dari perasaan kewalahan.

Bayangkan kita  ingin menulis buku setebal 500 halaman. Kita sangat bersemangat dengan gagasan itu karena yakin buku dapat terjual ribuan eksemplar. Jadi, kita  menetapkan target untuk menyelesaikan buku dalam seminggu. Apakah menurut kita ini bisa dicapai?

Selalu ada kemungkinan. Tapi, apakah kemungkinannya tinggi? Itu hanya membuat kita merasa kewalahan.

Inilah sebabnya mengapa banyak orang gagal mencapai tujuan  karena mereka menetapkan tujuan yang begitu besar, sehingga menjerumuskan diri untuk gagal.

Berikut contoh lainnya. Kita punya gagasan mendapatkan penghasilan tinggi dengan cukup kerja dari rumah. Mencoba memulai bisnis internet dengan harapan bisa menghasilkan satu milyar dalam setahun.

Tapi, kita tidak mempertimbangkan kemampuan sendiri. Kita ingin menjadi milyarder dalam waktu singkat. Kita gagal menyadari bahwa itu adalah tugas besar yang membutuhkan banyak perencanaan dan kerja keras yang konsisten.

Dan begitu kita memulai perjalanan, baru kemudian kita menemukan bahwa tidak mudah untuk menjadi seorang milyarder. Kita merasa kewalahan dan akhirnya menyerah pada tujuan.

Inilah pepatah hebat dari Bill Gates:

“Kebanyakan orang melebih-lebihkan apa yang bisa mereka lakukan dalam satu tahun dan meremehkan apa yang bisa mereka lakukan dalam sepuluh tahun.”

Itu adalah ilustrasi tentang meremehkan hal kecil. Orang-orang menginginkan pencapaian besar dan mereka menginginkannya dengan cepat. Dan mereka akhirnya melebih-lebihkan kemampuan mereka.

Baca juga: 7 Cara untuk Meningkatkan Komitmen demi Kesuksesan Kita

 

  1. Memulai dari yang kecil menumbuhkan kepercayaan diri sekaligus membangun momentum

Selain membuka sumbatan otak untuk mengatasi kelumpuhan, memulai dari yang kecil juga membangun momentum dan kepercayaan diri kita.

Tony Robbins pernah berkata:

“Orang-orang yang sukses memiliki momentum. Semakin mereka berhasil, semakin mereka ingin sukses, dan semakin mereka menemukan cara untuk sukses.”

Bisakah kita melihatnya dengan jelas sekarang? Semakin kita  berhasil, semakin kita ingin sukses.

Ketika kita  menciptakan kemenangan kecil, kita  merasa baik. Dan ketika kita  merasa baik, kita  akan ingin berbuat lebih banyak dan mengambil lebih banyak tindakan. Ketika kita  mengambil lebih banyak tindakan, kita  mendapatkan lebih banyak hasil.

 

  1. Memulai dari yang kecil adalah langkah pertama

Mari kita bicara tentang perusahaan triliunan dolar, Amazon. Kita semua tahu bahwa Amazon dimulai sebagai toko buku online.

Saat ini, Amazon menjual segalanya mulai dari kaus hingga mesin kopi. Amazon adalah “toko segalanya”.

Menurut buku Brad Stone, The Everything Store, Jeff Bezos tidak merancang Amazon hanya untuk menjadi toko buku online. Itu direncanakan untuk menjadi “toko serba ada” dari awal.

Hanya saja Bezos tahu bahwa dia harus memulai dari yang kecil untuk menjadi besar. Karena itu, ia memutuskan untuk mulai menjual buku secara online.

Memulai dari yang kecil adalah langkah pertama. Memulai dari yang kecil adalah bagaimana kita menyelesaikan sesuatu dan bergerak maju.

“Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah.”– Lao Tzu

Jadi mulailah dari yang kecil.

Baca juga: Menerbitkan Buku Indie – Paket Hemat Penerbitan Buku

 

Lalu, Apakah Berpikir Besar itu Buruk?

Setelah membaca sampai titik ini, kita  mungkin ragu jika berpikir besar itu buruk.

Menurut pendapat saya, saya percaya bahwa berpikir besar adalah suatu KEHARUSAN.

Jangan salah paham. Saya percaya bahwa kita harus BERPIKIR BESAR, tetapi dalam hal eksekusi dan memulai, kita harus selalu MULAI dari yang KECIL. Dengan kata lain, berpikir besar dan mulai dari yang kecil.

Satu hal terakhir. Kita  tidak perlu memulai semuanya dari yang kecil. Itu sangat tergantung pada sifat proyek atau tugas.

Misalnya, jika proyek atau tugasnya bersifat jangka panjang, selalu lebih baik untuk memulai dari yang kecil.

Di sisi lain, jika menyangkut proyek jangka pendek atau proyek satu kali, Kita  mungkin ingin mempertimbangkan untuk memulai dari yang besar.

Mungkin pernah ada seorang penulis yang menyelesaikan bukunya hanya dalam 3 hari. Ia melakukannya dengan cara menginap di hotel dan mengunci pintunya selama 3 hari itu.

Oleh karenanya, tergantung pada sifat tugas atau tujuan untuk memutuskan apakah kita harus memulai dari yang besar atau memulai dari yang kecil.

Prinsip memulai dari yang kecil lebih dapat diterapkan pada tugas dan proyek yang membutuhkan keberlanjutan, di mana kita  perlu mengambil tindakan jangka panjang.

***

Kami harap artikel ini memberi kita gambar yang jelas tentang mengapa kita harus memulai dari yang kecil. Percayalah bahwa upaya kecil yang dipertahankan dari waktu ke waktu dapat menghasilkan hasil yang sangat signifikan.

“Jangan takut berjalan lambat, takutlah jika kalian hanya berdiri diam.” – Pepatah Cina

***

Lihat video artikel ini di sini:

 

 

disarikan dari: stunningmotivation. com

Artikel Terbaru

10 November 2025

Halo, teman-teman semuanya. Sedang merasa...

03 August 2025

Pagi bukan sekadar waktu. Ia adalah fondasi. Cara...

17 July 2025

Apa jadinya jika hidup kita terus-menerus berubah...

02 March 2025

Pernahkan pada suatu moment, kalian mengatakan...

01 March 2025

Kesepian bukan sekadar perasaan melankolis yang...

28 February 2025

Manusia adalah mahluk sosial. Kita membutuhkan...

26 February 2025

Semua orang pasti ingin hidup bahagia. Aman...

26 February 2025

Menemukan orang yang tulus itu sulit. Sama...

Our Facebook

INGIN KONSULTASI?