Setelah tidak Denganmu – Yusuf Hamdhani (Kumpulan Puisi)

Aku yang Sudah Tergantikan di Hatimu

 

 Aku selalu mencari banyak alasan agar berhasil berhenti mengkhawatirkanmu, berhenti memikiranmu, dan berhenti merindukanmu. Lucunya, semakin banyak alasan yang kutemukan, semakin aku merasa bahwa alasan-alasan itu tidak pernah memberikan hasil apa-apa. Semua orang bisa saja menerima sebuah kepergian. Tetapi tidak semua orang bisa tangguh melalui setelahnya. Aku sadar bahwa keberadaanku tidak lagi dipentingkan. Aku sadar bahwa perasaanku tidak lagi diutamakan. Dan aku juga sadar bahwa aku sudah diposisikan sebagai masa lalu yang tak bernilai.

Kamu yang sudah memiliki tempat tersendiri di dalam hati. Ketiadaanmu tak membuat posisi mudah tergeser meski hanya sedikit. Kamu seringkali masih kuutamakan, sehingga tak mudah mempersilakan orang lain untuk menggantikan. Di hatimu, aku tahu bahwa kini ada orang lain yang lebih baik setelah aku. Mengetahui hal itu tak berhasil membuatku berani mengganti yang berlalu setelah pernah kuperjuangkan dengan sungguh. Masih saja ada rasa sakit tentang kehilanganmu. Belum kutemui rasa bersyukur setelah melepaskan. Yang ada justru rasa menyesal karena pernah gagal dalam mempertahankan.

Melupakan hanyalah upaya sia-sia untuk hati yang masih ingin bertahan dengan perasaannya. Aku yang memintamu mencintaiku, tapi bukan untuk menyakiti. Aku yang memintamu bersungguh-sungguh, tapi bukan untuk berlalu. Aku yang memintamu peduli, tapi bukan untuk melukai. Aku yang memintamu bertahan, tapi bukan untuk meninggalkan. Aku yang meminta kita saling menggenggam tangan, tapi bukan untuk saling melepaskan. Aku yang meminta kita saling percaya, tapi bukan untuk mengecewakan. Aku yang memintamu ada, tapi bukan untuk tiada setelahnya.

Kamu berhasil membuatku yakin bahwa hal yang menyakitkan adalah berharap kepada seseorang untuk menerima kekurangan orang lain yang sama-sama tidak memiliki kesempurnaan. Bodohnya, aku hanya menyadari kekuranganku saja. Sedangkan kekuranganmu bagiku tidak pernah menjadi masalah. Orang yang berkata mencintai ternyata tak berarti menerima semua kekurangan. Dan hal yang salah dalam mencintai adalah percaya pada ucapan yang tak pernah ada pembuktian nyata.

 Akan kuberikan hak sepenuhnya tentang kamu yang ingin tetap mencintaiku atau tidak. Kembali ataupun tetap pergi. Tidak ada paksaan dalam mempertahankan. Siapa pun boleh pergi jika itu memang lebih baik dengan cara yang terbaik meski akan tetap menyakiti sebaik apa pun caranya. Hingga perasaan ikhlas itu hadir tanpa membawa lagi perasaan yang sudah berakhir. Tidak ada lagi langkah yang kubiarkan menujumu sekali lagi. Meski akan ada rindu yang membuatku pilu yang mampu membuatku mencintaimu lagi, dan lagi.

 

Kontak Penulis di:

Yusuf Hamdhani yusufhmdhani@gmail.com

 

Link Pilihan:

Artikel Terbaru

06 July 2020

Penulis kini menjadi profesi yang semakin...

Sumber gbr: freepick.com
01 July 2020

Untuk bisa melakukan akselerasi sebagai penulis,...

11 June 2020

Belum lama ini kita peringati Hari Buku...

08 June 2020

*** Sabrina Febrianti, masih duduk di bangku...

29 April 2020

Halaman sebelumnya di: 10 Penulis Buku Indie...

28 April 2020

Bisakah penulis buku lewat penerbit indie sukses...

02 April 2020

Mengenal jenis kertas sepintas menjadi tugas...

19 March 2020

Jenis font yang sering dipakai dalam buku...

Our Facebook