Novel: Jangan Panggil Aku Bangsat – Ima Fatimah

KATA MEREKA

“Cerita-cerita yang Kak Ima Fatimah tulis selalu syarat makna. Mengajari tanpa menggurui. Banyak hikmah yang bisa dipetik. Bagaimana kita harus tangguh dalam menjalani hidup, dan menyelesaikan setiap masalah dengan cara cerdas dan elegant. Sukses selalu buat kakakku tersayang Kak Ima Fatimah.”

Salam hangat

Nirmala Ayu (Penulis novel Order Rias Dari Alam Gaib.)

 “Aku sebenernya kurang suka baca-baca cerita kehidupan rumah tangga. Tapi, waktu baca ceritanya Mak Ima Fatimah, rasanya beda. Sebab, Mak Ima ngga cuma bercerita sekedar bercerita. Ada banyak pesan moral yang ikut terselip. Tentang semangat yang harus dijaga saat terpuruk, bagaimana menikmati rasa sakit, berdamai dengan diri sendiri, dan banyak hal lain dimana pelajaran hidup sebenarnya juga tertulis di sana. Dan yang paling penting, jangan pernah lupa untuk selalu bersyukur. Bahwa, mungkin hidup yang Kita jalani sangat berat, tapi di luar sana ternyata ada yang mengalami dan sedang menjalani kehidupan yang lebih berat dari kita. Terima kasih, Mak. Sukses selalu.”

Akbar Oreon (Penulis antologi ‘Coffee Romance’ Dari Serang Banten.)

 “Ima Fatimah selalu menulis sesuatu yang bermanfaat bagi pembaca membritahu dengan cara bercanda mngajarkan cara menyikapi masalah kehidupan dengan hati yang sabar. Cerita yang di tulis oleh kak IMA FATIMAH sebagian besar dari kisah nyata. Semoga sukses buat IMA FATIMAH.”

Kapli rofiq (Pembaca dari Palembang)

 “Tulisan Ka Ima itu seringkali pas, menohok, menancap kepada sesama wanita (yang tegar, mandiri, dan bahagia) bahasanya yang apa adanya, pemilihan kata yang pas, seringkali membuat kesedihan menjadi motivasi hidup, untuk tetap bersyukur, tetap bahagia dan mengambil hikmah dibalik cerita kehidupan. Awal2 kusimpan sendiri komentar dalam hati, tapi ketika terlalu kena, tak sungkan kuhub via messenger dan kuminta no.telpnya. Ternyata beliau memang apa adanya, bijaksana (dan bijaksini) juga ceria dan punya segudang ide cerita, kreatifitasnya gak berhenti di menulis cerita, tunggu sampai dia bernyanyi, bikin vlog ala2 dan yang masih penasaran sama masakan buatannya (ini kode keras Ka😆😆) Oh iya, satu hal yang bikin semakin salut, sungguh dia sangat dewasa dan ikhlas menyikapi berbagai masalah hidup, maunya aku emosi dan nge-gas, sebalnya dia bilang, sabarlah jangan kaya gtu, kita ga tau alasan dia macam mana, mana tau dia lebih menderita dari kita… hahhhhh, padahal udah gigi 5. Sukses terus buat Kak Ima.. super laf ❤❤❤, banyak doa dan bahagia buat Kakak.”

Anna Pendang (Karyawan Swasta Jakarta)

“Sungguh tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa penulis adalah ibu retorika

Semua karya tulis beliau langsung diangkat dari kisah hidup beberapa narasumber. Ada nilai2 positif dibalik cerita yang kelam, memiliki gaya bahasa yang khas (jenius, lucu, rese, gila) menginspirasi pembaca untuk mencintai dunia literasi.”

Salam sayang untuk Mak Ima Fatimah 😁

-Niko Rahmatsyah (Medan)

“Tulisan mbak Ima Fatimah itu selalu bikin aku kuat, selalu buat aku ngerasa, aku gak sendiri. Aku lebih beruntung, diluar sana ada banyak yang lebih ‘sedih’ dari aku. Mbak Ima sendiri punya ‘something’ yang buat tiap tulisannya seakan punya nyawa.”

Ika, Gresik (Ibu rumah tangga)

 “Pertama kali baca tulisan Kak Ima itu karena sering wara-wiri di beranda. Sekali baca saja saya sudah ketagihan dan berharap setiap hari bisa membaca tulisan dari mak-mak kece ini. Tulisannya mantap, sesuai dan seringnya ngena di hati saya sebagai mak-mak. Banyak tersirat pesan moral yang acapkali bisa diambil. Penulis multitalent, bukan sekedar mengihibur namun juga kadang memberi pelajaran. Menjadi tempat curhat pembaca untuk dituliskan kisah-kisahnya. Mak, semoga sukses terus berada dalam genggamanmu dan menjadi penulis bestseller di kancah literasi. Aamiin.”

Mama Thissa (Ibu rumah tangga Dari Medan)

 “Artikel artikel yang di suguhin ama mba ima sangat menginspirasi sekali buat mengarungi hidup, dan di mana kita bisa menyerap makna positif yang terkandung dalam cerita itu, bisa membuat kita berpikir kembali kalau ternyata dalam kehidupan itu terkadang seseorang yang bisa dapat di percaya bisa menjadi musuh dalam selimut. Pembahasan” dalam cerita udah sangat baik, tapi terkadang bisa membawa kita dalam sebuah emosi di kala ada cerita yang pas mengena dengan apa yang kita alami saat ini. Sukses trus ya mba ima, semoga sehat selalu dan bisa terus berkarya memuaskan para pembaca di seluruh nusantara ini. Salam sayang dari seorang penggemarmu”

Saing (Baubau, prov sulawesi tenggara.)

 “Tulisan Kakak Ima Fatimah itu nyata. Beliau mengangkat tema perempuan. Bukan hanya perempuan yang lemah, lembek, cengeng, tapi perempuan yang tangguh juga tidak luput. Semoga kelak semangat Kakak bisa saya ikuti. Semangat selalu, Kak! Kuatlah para perempuan dengan tulisanmu yang inspiratif. Semoga kelak jadi amal jariyah bagimu.”

Peluk sayang dari Sonia (Penulis buku Godaan Pekerja Tambang, Rindu Arum, Pernikahan Pertama Arum.)

“Buku Ima Fatimah mengulas dinamika kehidupan. Ada tawa, sedih, bahagia dan tak lupa iba hati serta  penghianatan. Sangat inspiratif untuk dibaca, semua berdasarkan kisah nyata. Banyak motivasi dalam kisah itu yang bangkit dari keterpurukan.”

Sayuh31 (Lamongan)

“Kisah-kisah nyata yang ditulis oleh ibu Ima Fatimah selalu menyentuh hati.  Diambil dari beragam karakter manusia yang mempercayakan curahan kisahnya kepada ibu yang satu ini, membuktikan bahwa beliau adalah seorang wanita yang sangat berempati kepada sesamanya. Selalu ada pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik dari masing-masing ceritanya. Sukses selalu ya bu!”

Prasetyo Nartoprayogo (karyawan Sinarmas group – Karawang.)

“Kumpulan kisah dalam buku ini mengajak pembaca agar lebih kuat menghadapi cobaan. Memberi menginspirasi. Sosok-sosok nyata dalam buku ini adalah pribadi kuat yang mau berbagi cerita. Karena membagi kisah adalah salah satu cara untuk memaafkan diri sendiri dan masa lalu.”

Yuke Neza (penulis buku ‘ Dilema ‘)

Membaca buku ini membuat saya berpikir, bahwa menjadi perempuan adalah anugrah sekaligus perenungan. Dunianya yang lebih sering bergradasi dan penuh konflik membuat wanita dituntut untuk menjadi manusia super.  Apa daya, sebagai manusia yang ditakdirkan menjadi tulang rusuk, sering kali memaksanya menghadapi simalakama. Tapi sejatinya, perempuan bisa menjadi kuat. Dia hanya butuh kesadaran bahwa dia memiliki kekuatan dan keberanian yang dianugrahkan Allah untuknya. Hingga tak perlu lagi membiarkan dirinya terjajah dan terinjak.”

(Denia Sonata. Penyiar di Radio Sonata AM Bandung yang hobby menulis. Tulisannya berupa carpEn dan fiksimini basa Sunda pernah di muat di Harian Galamedia Bandung dan Majalah Mangle. Tulisan berbahasa Indonesia tergabung dalam Antologi Cerpen Tear Of Love dan Antologi Cerpen Istri bersama Cleopatra Publisher)

 “Karya yang syarat akan hal-hal yang tak terduga..menguras emosi, menggelitik dan bahkan diksinya memiliki ruh sehingga pembaca hanyut dalam suasana cerita. Khazanah berlogika turut menambah nilai estetis setiap kata yang terangkai..Salam sukses untuk kk Ima, ditunggu karya-karya fenomenal berikutnya.”

Hartoni (Guru bahasa inggris SMP IT Cahaya Makkah Pasaman Barat.)

 “Dalam hidup kerap kali kita menemui banyak masalah, entah masalah sepele ataupun masalah yang berat, dari cerita-cerita yg kak ima tuangkan dalam kisahnya banyak hal positif yg kita bisa petik dan praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Semua cerita yg kak ima tulis kebanyakan dari kisah nyata, dekat sekali dengan permasalahan hidup yang kita alami sehari-hari. Sukses ya kak buat tulisannya, semoga dari tulisan kaka kita bisa memetik hal yg positif, dan berusaha menjauh dari hal yg negatif.”

Dina boru Manurung (Batu bara Samarinda)

Tulisan-tulisan kakak Ima Fatimah banyak ilmu dan pelajaran yang bisa diambil, banyak Kisah ispiratif di tiap tulisan-tulisan kak Ima Fatimah demi menjadi lebih Baik dalam menghadapi kehidupan ke depan. Dan rentetan tulisan-tulisan cerita kakak Ima Fatimah bisa buat cermin pembelajaran dalam hidup yang makin kompleks masalahnya, dan mungkin beragam kisah yang terbaca dan terlalui dalam deretan ketikan kak Ima Fatimah dan salah satunya Kisah hidup aku yang tertulis di novel kak  Ima Fatimah bisa untuk antisipasi dan langkah apa yang harus diambil saat kita menghadapi cerita yang sama seperti kisah kakak tulis di novel kak Ima Fatimah. Doaku selalu buat kakak Ima Fatimah semoga sukses.

Dian sari Vitaloka  (Penulis cerbung #PELAKOR_ITU_MANTAN_PACAR_SUAMIKU)

 “Bercerita dalam tulisan, itulah konsep seorang penulis hebat seperti Ima Fatimah yang saya kenal. Tiada bosan mata untuk membacanya. Kapan dan dimana saja tulisannya ketemu, maka disitu berhenti kegiatan lainnya,  hanya untuk membaca cerita yg ditulisnya. Sukses selalu buat sahabatku Ima…” Periyuliadi (Konsultan pemberdayaan kementerian PU-PR Aceh barat daya )

“Tiap baca cerita kak Ima berasa di ajak ngobrol. Berasa lagi curhat . Soalnya banyak pengalaman hidup yang hampir sama kejadiannya. Kalo cerita yang lucu selalu sukses bikin ngakak. Kalo cerita romantis selalu sukses bikin baper seharian atau kadang berhari-hari. Cieee lebay. Apalagi kalo cerita sedih selalu sukses bikin mata meleleh gak berhenti-berhenti. Ahh…. lebay lagi. Biarin. Tapi di setiap cerita selalu ada pelajaran dan hikmah yang bisa diambil. Untuk memperbaiki hidup di masa depan. Agar jangan salah langkah dalam mengambil setiap keputusan. Semoga akak selalu sehat, bahagia, dan sukses.”

Triyana (Pembaca setia, emak pejuang receh buntut tiga dari Bandung)

 “Saat membaca kisah-kisah nyata yang disuguhkan Kak Ima, kita seperti diajak menyelami kehidupan orang lain. Membuat kita jadi lebih mawas diri dan bersyukur dalam menjalani hidup. Yang aku suka selalu ada nasihat yang diselipkan di setiap cerita. Sukses selalu, Kak.”

Salam dari Dewi Risma Right (Ibu Rumah Tangga Depok)

“Dari kisah-kisah nyata yang dituliskan dan dituturkan dengan bahasa lugas dan mudah di pahami. Ada hikmah luar biasa setelah membacanya. Mengajak pembaca untuk bisa memahami kehidupan orang lain dengan cara yang unik. Semoga Selalu sehat, selalu semangat berkarya. Sukses mulia dunia akhirat. Apapun yang ditulis membawa manfaat. Aamiin.”

(Pembaca setia tulisan kak Ima di Semarang)

SINOPSIS

Buku ini berisis kumpulan cerita yang diangkat dari kisah nyata dari berbagai narasumber.  Kisah-kisah di dalam buku ini, mengajak kita untuk melihat kehidupan yang penuh dilema, tantangan, cobaan, keterpurukan namun tetap semangat dan pantang menyerah.

Terkadang kita lupa, bahwa kita tidak sendiri. Banyak kepahitan yang orang lain rasakan tapi kita selalu merasa paling sial dan bernasib buruk.

Mereka-mereka dalam kisah di dalam buku ini adalah segelintir dari kehidupan lainnya yang lebih terpuruk juga barangkali. Semoga kita tidak patah semangat karena ujian, melainkan gigih memperbaiki diri.

Semua yang datang dalam hidup kita, tidak lain karena takdir. Semua atas ijin-NYa.

Hanya amal sholeh, akhlak yang baik, dan niat yang lurus bisa mengubah kita untuk hidup lebih baik.

Meskipun kisah yang tertulis di dalam buku ini memilukan, yang membuat kita takjub karena semangatnya dan mengembalikan semua masalah mereka kepada sang pencipta.

Kekuatan cinta, ketika kita mengerti bahwa cinta yang hakiki hanya dari-NYA.

Semoga membawa manfaat bagi semua pembaca, jangan lewatkan kisah-kisah di dalamnya, yang pastinya membuat hati kita larut seakan kita yang mengalaminya langsung.

Ada sedih, tawa, haru, bangga, dan konflik-konflik yang beragam. Selamat membaca..

IMA FATIMAH

Pemesanan buku ke: Nur Aynun ainsyam.2008@gmail.com

Link Pilihan:

Artikel Terbaru

10 January 2014

Cloth Diaper (Clodi) atau popok kain modern saat...

13 January 2014

menulis biografi adalah menulis sejarah hidup. Ia...

13 January 2014

Promo murah adalah faktor penting dalam...

13 January 2014

Sering gagal menyelesaikan tulisan? Jangan...

Our Facebook