Novel: Change or Die – Ahmad Hari Berli

PROLOG

Australia – Sydney                                                                                                                      

Sydney Opera House  –  2018

 Dari dalam gedung sorakan histeris penonton yang jumlahnya ribuan membuat jantung seakan seperti detakkan bom yang siap meledak. Rasa ragu pun merasuk ke dalam tubuh, darah terasa layaknya deras arus air mengalir cepat dari ujung kepala hingga ujung kaki. Kebahagian penuh harapan tergambar jelas dari raut wajah penonton yang berdatangan. Keadaan hati yang tidak tentu bercampur aduk menjadi satu, ia tidak pernah menyangka bisa melihat Australia secara langsung, dan beruntungnya lagi berada langsung di dalam gedung yang menjadi salah satu ikon kota Sydney.

Gedung Sydney Opera House. Gedung ini telah menjadi ikon kota Sydney bahkan Australia. Gedung ini terletak di Bennelong point  berdekatan jembatan Sydney Harbour yang menjadi pembelah antara Sydney pusat dan Sydney utara. Bagi jutaan turis yang datang, gedung ini memiliki daya tarik tersendiri yang berbentuk seperti cangkang dengan keramik putih cemerlang. Atap gedung seolah mengambarkan layar kapal yang kembang, tampak serasi dengan letak gedung yang berada di pinggir laut. Selain sebagai objek pariwisata gedung ini juga menjadi tempat berbagai pertunjukan musik, teater, balet, pertemuan penting dan acara besar lainya.

Hari ini adalah hari pertama acara musikal terbesar di tujuh negara yang diadakan di Negara Australia, yang pastinya akan banyak sekali disorot stasiun televisi. Bukan hanya sekedar itu saja, band dari dalam negeri patut berbangga hati mewakili Indonesia, tidak lupa pula band-band terkenal dari manca negara yang berkolaborasi dengan band dari negeri Kanguru.

            “Cepet Der ganti bajunya! Lagian kenapa enggak pake baju yang itu aja sih,” ujar Berli.

            “Biar samaan aja Ber bajunya hitam-hitam.”

            Ia meraih tas yang tergeletak di bawah lantai, membuka tas tersebut untuk mengambil sebuah baju ganti. Tidak sengaja jarinya menyentuh bingkai foto yang juga berada di dalam, dengan pelan perlahan ia mengeluarkannya dengan penuh perasaan. Tampak jelas sebuah foto teman-teman satu bandnya berjumlah enam orang memperlihatkan sebuah kecerian dari dalam bingkai foto tersebut. Spontan matanya mulai berkaca-kaca mengingat kenangan pada masaitu. Dan ditambah seorang gitaris rhythm dari bandnya tidak dapat menemaninya. Sekejap saja waktu seakan berbalik berputar arah ke kiri dengan sangat cepat hingga mengantarkannya jauh sebelum ia menginjakkan kaki di Negara Australia.

 

Info pembelian buku: ahmad hari berli <ahmadhariberly@gmail.com>

 

Link Pilihan:

Artikel Terbaru

10 January 2014

Cloth Diaper (Clodi) atau popok kain modern saat...

13 January 2014

menulis biografi adalah menulis sejarah hidup. Ia...

13 January 2014

Promo murah adalah faktor penting dalam...

13 January 2014

Sering gagal menyelesaikan tulisan? Jangan...

Our Facebook