Novel Biografi: Hank – Diana Dahlan

Novel ini tidak berisi panduan bagaimana terbebas dari penderitaan hidup atau mencapai tingkat keagungan tertentu. Hank adalah mengenai satu kehidupan yang mencoba mempertahankan arti hidup yang dianugerahkan kepadanya.

                  Pada Desember 1972 dalam perjalanan kembali ke Indonesia, Hank bersama seorang teman berkebangsaan Australia menuju timur lewat Atapupu. Atapupu adalah pelabuhan laut. Dalam bahasa Belanda, Atapupu berarti “Omong-Kosong” atau “Bualan.” Lihatlah, kadang perbedaan bahasa terasa amat menakutkan. Bisa-bisa, jika terjadi salah paham tidak menutup kemungkinan terjadi perang mulut atau adu jotos. Ketika mendengar ada daerah bernama Atapupu, mereka berhaluan ke sana. Atapupu benar-benar nama daerah di Indonesia. Itu benar-benar ada.

                  Tahun 1980, Hank kembali ke Nusantara bercengkrama dengan Bogor dan bersepeda ria di daerah Jawa Barat yang dimulai dari daerah Bogor itu sendiri menuju Bandung. Daerah puncak, Sukabumi, Banten dan Merak menjadi saksi bisu perjalanan bersepeda beserta beberapa foto yang diabadikan dalam album kenangan.

                  Setelah sekian lama, Hank kembali pulang pada tahun 2016. Disini ia mengalami banyak hal baru selain teringat kembali akan masa kecil dan kehidupan keluarga yang bergenerasi dihabiskan di Indonesia. Ia merindukan Indonesia karena disinilah ia dilahirkan dan tempat kepribadian awalnya terbentuk. Ngomong-ngomong, “Siapa yang mampu melupakan masa kecil yang indah?”

                  Hank beserta pasangan hidupnya diajarkan that tidak ada hal atau barang gratis dalam hidup. Harga dan pembayaran pun tidak semata dengan atau tentang uang. Ada banyak alat transaksi berbayar lain semisal jika ingin dicintai, maka mencintailah. Jika menginginkan kemuliaan, ya bayarlah dengan berbuat hal-hal yang mulia. Atau, jika mau sukses, ya bayarlah dengan kerja keras. Isn’t it?

                  Hank menikahi perempuan Indonesia yang pada mula dicurigai sebagai “hanya wanita daerah tertentu” sebagaimana selama ini dugaannya sebagai warga negara dunia pertama atau maju. Setelah melihat kualitas hidup yang ada pada perempuannya, Hank berubah pikiran.

                  “Bahkan ketika wanita itu bilang pernah bertatap muka dengan Alien atau melihat rumah yang jatuh dari langit, saya mempercayainya,” Hank.

                  Ini semata kisah hidup; penemuan akan arti diri dan kehidupan keluarga yang pula telah menjadi penyumbang kisah bagi kehidupan lain di Bumi yang mereka singgahi. As simple as that (walau hidup tidak sesederhana itu).

 

Link Pilihan:

Artikel Terbaru

10 January 2014

Cloth Diaper (Clodi) atau popok kain modern saat...

13 January 2014

menulis biografi adalah menulis sejarah hidup. Ia...

13 January 2014

Promo murah adalah faktor penting dalam...

13 January 2014

Sering gagal menyelesaikan tulisan? Jangan...

Our Facebook