Model Pembadanan Legal Risk Berbasis Corporate Good Governance untuk Menunjang Reformasi BUMN – Isharyanto, dkk

Pembicaraan mengenai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), salah satu pelaku ekonomi di Indonesia tidak ada habishabisnya. Pembicaraan arah kebijakan dan segala permasalahan yang terjadi pada Badan Usaha Milik Negara ini. Pertanyaannya apakah Badan Usaha Milik Negara ini masih diharapkan atau tidak sebagai agent of development, dimana dalam reaisasinya masih membutuhkan dominasi pemerintah, sedangkan disisi lain Badan Usaha Milik Negara harus mencari laba dalam rangka mempertahankan laju kehidupan Perusahaan.

BUMN mempunyai peranan penting dalam penyelenggaraan perekonomian nasional guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka mengoptimalkan peran dan mempertahankan keberadaannya dalam perkembangan ekonomi dunia yang semakin terbuka dan kompetitif, BUMN perlu menumbuhkan budaya korporasi dan profesionalisme antara lain melalui pembenahan pengurusan dan pengawasan BUMN. Pengurusan dan pengawasan BUMN harus dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip tata-kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan berdasarkan kehatian-hatian yang didasarkan atas analisis resiko hukum (legal risk).

Naskah buku ini pada awalnya adalah laporan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M) Penelitian Unggulan UNS Tahun 2020. Kemudian dimofidikasi dan ditata ulang dalam format buku untuk dapat diterbitkan sehingga informasi yang terkandung di dalamnya dapat dibaca khalayak yang lebih luas lagi. Sisi menarik naskah ini karena ia menyajikan analisis khsusus penelitian mengenai sejauh apa Perusahaan yang notabene Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melaksanaan pengelolaannya disamping mencari laba juga mencukupi dan menjadi agent of development ekonomi Indonesia.

Oleh karena itu pengelolaan BUMN  wajib menerapkan Good Corporate Governance secara konsisten dan menjadikan Good Corporate Governance sebagai landasan operasional. Kermudian dalam rangka meningkatkan kinerja BUMN, maka perubahan sikap jajaran manajemen BUMN sangat dibutuhkan, diharapkan perusahaan perusahaan BUMN terciptanya budaya baru yang profesional, produktif terhadap perkembangan bisnis serta berorientasi ke segment pasar masa depan, dari sisi hubungan atasan bawahan yang masih culture of structure harus dirubah kearah culture of operation, sehingga memungkinkan para direksi BUMN meminta penjelasan secara langsung pada karyawan operasional dan sekaligus mengarahkan pentingnya desentralisasi otoritas. Kemudian perubahan cara pandang yang lebih mengutamakan masa depan dan sekaligus perubahan sebagai suatu kesempatan untuk berkembang harus juga dibudayakan di lingkungan BUMN.

Kepada tim peneliti/penulis dan semua pihak yang sudah membantu diterbitkannya buku ini diucapkan terimakasih. Karena masih banyak kekurangan dan kelemahan, maka tegur sapa dan kritik yang membangun dari semua pihak akan diterima dengan senang hati. Semoga buku ini dapat memenuhi fungsinya.

 

Surakarta,        September 2020

Penulis

Isharyanto| Maria Madalina | Jadmiko Anom Husodo

 

Link Pilihan:

Artikel Terbaru

19 July 2020

Kebuntuan ide atau yang sering disebut...

15 July 2020

Bahwa menulis semakin menguntungkan bukan lagi...

06 July 2020

Penulis kini menjadi profesi yang semakin...

Sumber gbr: freepick.com
01 July 2020

Untuk bisa melakukan akselerasi sebagai penulis,...

11 June 2020

Belum lama ini kita peringati Hari Buku...

08 June 2020

*** Sabrina Febrianti, masih duduk di bangku...

29 April 2020

Halaman sebelumnya di: 10 Penulis Buku Indie...

28 April 2020

Bisakah penulis buku lewat penerbit indie sukses...

Our Facebook