Masterplan kawasan existing kota hijau kota Sorong – Eko Tavip Maryanto

Pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi di wilayah perkotaan dapat mempengaruhi  ketersediaan lahan. Pembangunan fisik yang terjadi di wilayah perkotaan berupa pembangunan fasilitas perkotaan, perumahan, kawasan industri, perdagangan dan jasa dan sarana prasarana transportasi akan berdampak pada keberadaan ruang publik di area perkotaan. Perubahan penggunaan lahan di daerah perkotaan mengkhawatirkan, karena banyak fenomena pemanfaatan lahan yang tidak berwawasan lingkungan.

Fenomena perubahan penggunaan lahan merupakan aspek yang terjadi karena perkembangan kebutuhan dan kehidupan masyarakat, tetapi yang mengkhawatirkan adalah jika perubahan tersebut tak terkendali. Penurunan penggunaan lahan tersebut mengakibatkan kurangnnya lahan hijau sehingga pengadaan ruang terbuka hijau perlu ditingkatkan untuk menjaga ekosistem alam. Keberadaan ruang terbuka hijau merupakan salah satu unsur penting dalam membentuk lingkungan kota yang nyaman dan sehat.

Ketersediaan ruang terbuka hijau merupakan bagian dari penataan ruang kawasan perkotaan yang memiliki manfaat kehidupan yang sangat tinggi dan mempertahankan kualitas lingkungan sekitar serta tempat interaksi sosial bagi masyarakat yang dapat mengurangi tingkat individualitas dan menjadi tempat rekreasi keluarga bagi masyarakat perkotaan.

Tahun 2014, luas ruang terbuka hijau perkotaan di Indonesia secara rata-rata baru mencapai 14 persen. Sesuai dengan amanat yang tercantum dalam UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang, perwujudan 30 persen dari wilayah kota berupa ruang terbuka hijau. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah melakukan beberapa langkah nyata. Salah satunya melalui Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH)

Penyusunan Buku Masterplan tentang Desain Kawasan dan DED RTH P2KH Kota Sorong merupakan tahap ketiga dalam Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) untuk mewujudkan kota yang berkelanjutan dengan mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Sorong serta dalam rangka mencapai 8 (delapan) atribut Kota Hijau.

Masterplan ini memaparkan identifikasi eksisting kota hijau, identifikasi peraturan daerah, identifikasi program, tahapan pencapaian dan analisis lokasi prioritas RTH.

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu dalam proses Penyusunan Desain Kawasan dan DED RTH P2KH Kota Sorong, dan juga kepada tim teknis atas masukan yang diberikan selama penyusunan masterplan ini. 

Besar harapan, Buku yang kami susun dan dipublikasi ini dapat bermanfaat bagi para Mahasiswa dan masyarakat pada umumnya. Selamat membaca dan berkreasi 

Manokwari, September 2017

Team Penyusun

Ir. EKo Tavip Maryanto, M.T

 

Link Pilihan:

Artikel Terbaru

19 July 2020

Kebuntuan ide atau yang sering disebut...

15 July 2020

Bahwa menulis semakin menguntungkan bukan lagi...

06 July 2020

Penulis kini menjadi profesi yang semakin...

Sumber gbr: freepick.com
01 July 2020

Untuk bisa melakukan akselerasi sebagai penulis,...

11 June 2020

Belum lama ini kita peringati Hari Buku...

08 June 2020

*** Sabrina Febrianti, masih duduk di bangku...

29 April 2020

Halaman sebelumnya di: 10 Penulis Buku Indie...

28 April 2020

Bisakah penulis buku lewat penerbit indie sukses...

Our Facebook