FLP Hongkong, Pengguna Jasa Penerbitan Halaman Moeka Pub

“Hidup di Hongkong yang “modern” dan berpenduduk mayoritas non-Islam, menimbulkan ‘ketegangan’ pada BMI-Islam. Akibatnya bisa negatif, bisa pula positif. Negatifnya, banyak BMI terseret gaya hidup neojahiliyah. Positifnya, ada BMI mendapat hidayah justru setelah jadi BMI. Hal itu “dipotret” Ida Raihan, Niswana Ilma, dan Ivonie Zahra. Di buku ini tergambar pula betapa tidak mudahnya berdakwah pada BMI. Perlu perjuangan dan teknik tersendiri, padahal mereka juga harus berjuang mengatasi permasalahannya sendiri-sendiri. Dan buku ini pun, saya kira, merupakan salah satu bentuk perjuangan, dari ketiga penulis, untuk menanamkan kesadaran kepada kita semua.” (Kuswinarto, Redaksi Berita Indonesia)

“Buku ini seolah realita yang membawa pembaca menelusuri hiruk pikuk negeri beton Hong Kong, sekaligus bukti betapa besarnya kreatifitas buruh migrant Indonesia di Hong Kong, di samping bekerja sebagai pembantu rumah tangga, mereka mampu berkarya sebagai penulis.” (Wina Karnie, Penulis buku Perempuan di Negeri Beton dan mantan ketua FLPHK 2007)

“Yang dilakukan oleh Buruh Migran Indonesia di Hong Kong dengan menulis, membentuk komunitas penulis, mengikuti atau bahkan menggelar lomba penulisan, menggelar festival sastra, dan menerbitkan buku seperti ini tidak lain dan tidak bukan adalah proyek kebudayaan yang tidak ternilai harganya.” (Bonari Nabonenar, pemimpin redaksi majalah Peduli Hong Kong)

Artikel Terbaru

10 November 2025

Halo, teman-teman semuanya. Sedang merasa...

03 August 2025

Pagi bukan sekadar waktu. Ia adalah fondasi. Cara...

17 July 2025

Apa jadinya jika hidup kita terus-menerus berubah...

02 March 2025

Pernahkan pada suatu moment, kalian mengatakan...

01 March 2025

Kesepian bukan sekadar perasaan melankolis yang...

28 February 2025

Manusia adalah mahluk sosial. Kita membutuhkan...

26 February 2025

Semua orang pasti ingin hidup bahagia. Aman...

26 February 2025

Menemukan orang yang tulus itu sulit. Sama...

Our Facebook

INGIN KONSULTASI?