Ibu
Ini surat kedua yang kutulis setelah hampir tiga tahun ibu tiada.
Surat yang sengaja kutulis setiap tahunnya tepat hari dimana ibu
menghembuskan nafas terakhirnya dipelukanku.
Ibu saat kutulis surat ini aku gak sanggup membendung
airmataku, airmataku turun berderai derai dengan sendirinya –
sungguh aku gak mampu mengendalikannya bu. Aku kangen ibu,
rinduku tak terperi.
Ibu
Sebenarnya aku bukan hendak mengeluh akan kepergianmu.
Aku yakin ini memang sudah takdirmu bu. Dan akupun yakin Allah
lebih menyayangimu melebihi rasa sayangku kepadamu.
…..
Cerita?tulisan2 lain bisa didaptkan dalam buku ini dgn mengontak penulis di: TanyaEndahZetha@gmail.com
Link Pilihan:







