Biografi Perjuangan: Pangeran Ario Senopati Awang Long: DINSOS KALTIM

“Hanya bangsa yang menghargai jasa-jasa

pahlawannya, dapat menjadi bangsa yang

besar”, demikian kata Soekarno. Artinya, dengan

mengetahui dan meneladani epos para pahlawan,

ada nilai-nilai luhur yang dapat dipetik, dengan

begitu jiwa rela berkorban dan cinta Tanah Air

dapat tertanam dalam benak setiap insan bangsa

Indonesia, utamanya generasi muda.1

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Tuhan

yang maha esa atas segala rahmat dan inayahnya

kepada kami sehingga dapat merampungkan buku

Biografi Perjuangan Pangeran Ario Senopati Awang

Long ini.

Buku Biografi Perjuangan Pangeran Ario

Senopati Awang Long ini adalah merupakan hasil

kerja keras dari penelitian penulis, baik yang

bersumber dari buku-buku kajian terdahulu

yang ditulis oleh sejarawan lokal Kalimantan

Timur, penulis nasional dan penulis-penulis asing

maupun penuturan ingatan kolektif dari para sepuh

kesultanan, masyarakat sejarawan Kutai sampai

kepada para keturunan Pangeran Ario Senopati

Awang Long yang tentunya mereka-mereka yang

memahami riwayat perjuangan almarhum.

Berbicara tentang sosok Pangeran Ario

Senopati Awang Long berarti berbicara tentang

sebuah momentum sejarah. Sebuah sejarah,

apapun namanya, apapun momentumnya,

siapapun pelakunya, sebesar apapun kualitas

konvensionalnya, dapat dipastikan mempunyai

“Harga”. “Harga” yang terkandung didalam sebuah

sejarah dapat dipastikan sangatlah mempunyai

“Nilai”, “Nilai “ yang merupakan residu dari

keseluruhan sejarah itu sendiri. “Nilai” yang tidak

dapat disangsikan dapat menjadi “Nilai-Nilai” baru

dan lebih berharga ketika generasi setelahnya mau

belajar banyak dari sejarah tersebut. “Nilai” yang

boleh jadi adalah warisan dari para pahlawan yang

diperuntukkan demi kebesaran dan kemajuan

generasi penerusnya. Karena pada dasarnya segala

sesuatu yang mempunyai “Harga” dan “Nilai“ adalah

sebuah pelajaran yang tidak dapat dibatasi takaran

kwalitasnya secara kwantitatif.

Untuk menanamkan segala “Harga’ dan

“Nilai” dalam suatu sejarah, suatu ikon sejarah

tersebut sangat dibutuhkan untuk tampil pada

masa generasi penerusnya yang akan dapat terus

tertangkap oleh segenap indra generasi penerus

tersebut tanpa pernah hilang dan lenyap ditelan oleh

waktu dan ruang yang senantiasa terus bergerak.

Ikon yang diperlukan adalah sosok pelaku sejarah

tersebut, momentum sejarahnya atau instrumen

yang terdapat pada momentum sejarah tersebut.

Pada akhirnya, spirit atau ruh dari sejarah tersebut

akan melebur dalam kehidupan sosial para generasi

penerus yang merupakan pewaris sejarah dari para

pendahulunya.2

Bagaimana dahsyatnya spirit perjuangan yang

melekat di hati para pejuang bangsa ini. Nyawa dan

harta benda tak ada harganya saat itu, perjuangan

melawan penindasan imperialisme dan kolonialisme

barat yang ingin menguasai negeri ini terus

bergemuruh dihati para pejuang-pejuang negeri

ini. Laki-laki, perempuan tak ada bedanya, semua

pantas dan ingin berdiri di depan untuk mengangkat

senjata mengusir penjajah.

Tiada pilihan lain kecuali melawan, hidup

atau mati sekalipun, itu sama saja demi sebuah

perjuangan. Kalimat ini bukan isapan jempol

belaka, seperti yang terjadi pada diri Pangeran Ario

Senopati Awang Long, dengan dihujani meriam dan

mortir, Pangeran Ario Senopati Awang Long dan

pasukannya telah perjuangan mengangkat senjata

di bumi Kutai. Ketika t’Hooft membumi hanguskan

Tenggarong, almarhum meladeni gempuran

pasukan Belanda dan bertahan di balik tumpukan

kayu ulin yang besar-besar yang sengaja dibuat

sebagai benteng pertahanan di pinggir sungai

dekat sungai kecil (Tenggarong kecil) menuju Istana

kesultanan Kutai, sampai titik darah penghabisan.

2 Merah Putih berbalut Sutra Mandar, Safardy Bora & Syawal

Opung, Hal.1

Walaupun benteng yang setinggi empat meter yang

baru terbangun sejak kepindahan kota kesultanan

dari Pemarangan ke Tenggarong rubuh dan luluh

lantah. Pangeran Ario Senopati Awang Long dan

pasukannya tetap bertahan di sana sampai akhirnya

tertimpah badan tembok yang rubuh akibat dihujani

serangan pasukan Belanda yang membuatnya

menghembuskan napasnya yang terakhir dan gugur

sebagai kesuma bangsa.

Realita, dinamika dan fakta sejarah yang telah

menjadi catatan kepahlawanan Pangeran Ario

Senopati Awang Long merupakan Fenomena dari

sebuah substansi yang teresidu dari perjuangannya,

Fenomenanya adalah betapa suatu semangat yang

lahir dari suatu budaya dapat begitu besarnya

menghasilkan sebuah spirit nasionalisme yang tidak

dapat dirubuhkan bahkan oleh gempuran moncong

meriam dan bedil sekalipun.

Sebuah alasan klise mungkin dapat dilemparkan,

yaitu seorang Pangeran Ario Senopati Awang Long

dan sebuah komunitas masyarakat di Kutai telah

memberi contoh yang sangat berharga untuk

menepis segala alasan di atas. Tidak ada suatu

alasan apapun untuk tidak terbentuknya semangat

Nasionalisme, dengan bungkusan bernama budaya,

suatu spirit Nasionalisme lahir dengan gegap

gempitanya.

Untuk itu sangatlah layak sebuah ikon yang

berasal dari Kutai Kartanegara dihadirkan sebagai

ikon Nasional dengan berdasarkan segala pelajaran

di atas. Untuk itu pula Pangeran Ario Senopati

Awang Long adalah merupakan ikon yang beralasan,

karena sebagai seorang Panglima Sepangan Raja

Pangeran Ario Senopati Awang Long merupakan

representasi dari masyarakat Kutai Kartanegara

secara keseluruhan.

Pangeran Ario Senopati Awang Long telah

memberi bukti nyata kepada bangsa ini, bahwa

dengan semangat yang lahir dari konsep piramida

budaya dapat menghasilkan spirit nasionalisme

demi mempertahankan kehormatan bangsa ini.

Samarinda, 10 April 2016

Penulis

Link Pilihan:

Artikel Terbaru

10 November 2025

Halo, teman-teman semuanya. Sedang merasa...

03 August 2025

Pagi bukan sekadar waktu. Ia adalah fondasi. Cara...

17 July 2025

Apa jadinya jika hidup kita terus-menerus berubah...

02 March 2025

Pernahkan pada suatu moment, kalian mengatakan...

01 March 2025

Kesepian bukan sekadar perasaan melankolis yang...

28 February 2025

Manusia adalah mahluk sosial. Kita membutuhkan...

26 February 2025

Semua orang pasti ingin hidup bahagia. Aman...

26 February 2025

Menemukan orang yang tulus itu sulit. Sama...

Our Facebook

INGIN KONSULTASI?