55 Prinsip & Gagasan Homeschooling – Aar Sumardiono

“Mengapa mau repot-repot mengurusi pendidikan anak sendiri? Mengapa tak mengirimkan anak ke sekolah seperti keluarga lain?”

Pertanyaan itu beberapa kali disampaikan kepada kami menanggapi pilihan keluarga kami yang memilih menjalani pendidikan mandiri untuk anak-anak kami atau populer disebut homeschooling.

Agak sulit menjawabnya secara singkat. Tapi akhirnya kami sampai pada satu penjelasan sederhana, yaitu “Kami tak bisa menunggu.”

Kami percaya bahwa setiap anak unik dan menyimpan potensi yang berbeda. Kami percaya bahwa proses pendidikan seharusnya bersifat dari dalam ke luar (inside-out), fokus untuk mengeluarkan potensi anak; bukan dari luar ke dalam (outside-in) yang berfokus pada proses memasukkan aneka pengetahuan dan informasi kepada anak.

Juga, kami percaya bahwa pendidikan tidak boleh dipisahkan dari dunia nyata. Dunia nyata adalah materi yang dipelajari anak dan sekaligus merupakan sarana utama dalam proses belajar mereka.

Pada saat bersamaan, kami melihat bahwa internet dan teknologi informasi berkembang sangat cepat di sekitar kita. Keberadaan teknologi baru itu memungkinkan ketersediaan materi belajar melintasi keterbatasan sumber daya.

Kami sangat mendamba personalized education, pendidikan yang terkustomisasi untuk anak-anak. Dalam sudut pandang kami, anak-anak zaman sekarang memiliki kesempatan besar untuk menjalani pendidikan yang terkostumisasi secara massal (mass-customized education) sebagai perkembangan model pendidikan lama yang bersifat massal dan standar (mass-standardized education).

Untuk mendapatkan model pendidikan seperti itu, kami tak bisa hanya mengambil posisif pasif dan menunggu. Kami tak bisa menunggu inisiatif pemerintah melakukan reformasi system pendidikan hingga sesuai dengan kebutuhan kami.

Sekali lagi, intinya: kami tak bisa menunggu. Karena anak-anak terus bertumbuh dan mereka membutuhkan pendidikan yang berkualitas seperti yang ada dalam idealisme kami.

Sebelum membahas lebih detil tentang prinsip dan gagasangagasan homeschooling dalam buku ini, saya ingin menegaskan lebih dahulu tentang definisi homeschooling yang digunakan dalam buku ini.

Yang saya maksudkan dengan homeschooling dalam buku ini adalah sebuah model pendidikan di mana orangtua memilih untuk bertanggung jawab sendiri atas pendidikan anak-anaknya. Homeschooling adalah keluarga, bukan sebuah lembaga seperti sekolah yang menerima pendaftaran. Homeschooling adalah model pendidikan, bukan sebuah bisnis franchise atau label yang menempel pada lembaga-lembaga non formal yang menyediakan jasa tutor atau guru privat.

Penjelasan singkat ini perlu saya sampaikan karena di Indonesia ada kerancuan tentang penggunaan istilah homeschooling. Banyak lembaga-lembaga persekolahan dan PKBM yang melabeli diri dengan sebutan homeschooling sehingga menimbulkan kerancuan dan kebingungan di masyarakat yang memunculkan satu pertanyaan absurd tentang homeschooling yang mungkin hanya ada di Indonesia, yaitu “homeschoolingnya di mana?”

Coba sampaikan pertanyaan itu kepada praktisi homeschooling di negara lain, mereka pasti akan kebingungan dengan pertanyaan tersebut karena homeschooling sudah jelas di keluarga masing-masing, tidak berasosiasi dengan tempat dan lembaga tertentu.

Bertahun-tahun menjalani pendidikan mandiri atau biasa dikenal dengan sebutan homeschooling adalah petualangan kehidupan yang sangat membahagiakan bagi kami. Ternyata homeschooling bukan hanya mengurusi pendidikan anak-anak. Tapi homeschooling memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan di keluarga kami.

Buku ini membahas tentang beberapa gagasan tentang home-schooling yang kami fahami, baik yang berasal dari pengetahuan hasil membaca literatur homeschooling, artikel tentang home-schooling, pengalaman pribadi maupun interaksi kami dengan praktisi homeschooling lain.

Beberapa gagasan penting homeschooling yang menurut kami perlu diketahui oleh keluarga yang ingin menjalani homeschooling antara lain:

  • Homeschooling bukan sekedar memindahkan sistem sekolah ke rumah. Banyak sekali model dan metode homeschooling yang tidak terbatas pada model sekolah konvensional. Setting rumah juga berbeda dengan sekolah, karakter interaksi orangtua-anak juga berbeda dengan interaksi guru-murid. Oleh karena itu, penting bagi orangtua yang ingin menjalani homeschooling untuk belajar tentang homeschooling agar bisa menghindari kegagalan dalam pelaksanaan homeschooling.
  • Ciri utama homeschooling adalah customized education, sebuah model pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak dan kondisi keluarga. Orangtua memiliki kesempatan yang sangat besar untuk membangun model pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan unik anak dan keluarganya.
  • Jumlah praktisi homeschooling di Indonesia masih sedikit, infrastruktur pendukung untuk pelaksanaan homeschooling juga terbatas. Jika ingin menjalani homeschooling, orangtua perlu memiliki mental menjadi perintis. Orang di sekitar Anda mungkin mempertanyakan keputusan Anda.

Anda kemungkinan harus bekerja keras mencari aneka substitusi untuk memenuhi kebutuhan Anda dalam praktek homeschooling. Bahkan, terkadang Anda perlu merintis sarana sendiri untuk memenuhi kebutuhan homeschooling Anda.

Akhir kata, saya ingin mempersembahkan buku ini pada keluargakeluarga yang sedang menjajagi model pendidikan alternatif untuk putra-putrinya.

Semoga kehadiran buku ini, yang merupakan revisi dan penyempurnaan dari buku “Apa itu Homeschooling”, bermanfaat.

Jakarta, Juni 2018

Aar Sumardiono  <aar@rumahinspirasi.com>

Artikel Terbaru

16 February 2019

Apakah Anda pernah mendengar tentang Tujuh...

08 February 2019

Buku-buku KPK yg dicetak di tempat...

08 February 2019

Bagi penulis atau siapapun yang akan mencetak...

06 February 2019

Cloth Diaper (Clodi) atau popok kain modern...

Our Facebook