1001 Wajah Ibu: Dwiagris Tiffania dkk

“Sosok ibu bagaikan lentera yang selalu bersinar di tengah rumah.

Cahaya lembutnya menyebar menghangatkan dan keberadaannya mampu menenangkan hati semua penghuni.

Saat semua terasa dingin, adanya lentera terasa melegakan dan mengembalikan semangat.

Buku 1001 Wajah Ibu adalah buku yang mencatat perjalanan luar bisa para ibu dari komunitas Ibu Profesional. Memoar yang ditulis dengan mencurahkan pengalaman membersamai anak-anak. Penulis adalah ibu yang menjalani kisahnya dengan tegar dan kemudian mengambil makna dalam dari perjalanannya itu.

Membaca lembar demi lembar karya ibu-ibu tangguh ini mengingatkan kita bahwa menjadi ibu memerlukan kesiapan menghadapi tantangan. Meskipun jalan yang ditempuh ibu tidak selalu mudah, bahkan memerlukan ketabahan hati, keikhlasan dan daya juang yang tinggi, namun seorang ibu tidak akan menyerah. Karya ini menunjukkan betapa besar cinta dan dedikasi ibu dalam membesarkan buah hatinya.

Membaca buku ini seperti memandang lentera, menguatkan hati dan menumbuhkan semangat. Karena tiap ibu adalah cahaya di dalam rumahnya. Selamat membaca!”

Yesi Dwi Fitria, Leader Komunitas Ibu Profesional

“Kisah yang hampir dialami oleh seluruh ibu. Inspiratif, menyentuh, haru, dan sekaligus menambah ilmu dari pengalaman para ibu dalam pengasuhan. Belajar menjadi ubu profesional. Salam hormat dan semangat kepada seluruh orang tua.”

Distyana Dahlia, S.Psi, M.Psi, Psi, seorang Psikolog Klinis Dewasa

“Merefleksikan pengalaman membersamai anak dalam sebuah tulisan merupakan tantangan tersendiri bagi perempuan bergelar Ibu. Karena proses memaknai jejak pengasuhan via goresan kata tentu membutuhkan sinergi jiwa raga yang paripurna. Dan memoar pengasuhan yang menghadirkan hati adalah ilham kebaikan.

Alasan ini lah yang membuat saya berbinar saat Kapten Rumah Belajar Menulis Ibu Profesional Jakarta, Dwiagris Tiffania, menyodorkan ide lomba kepenulisan nonfiksi bertema memoar pengasuhan anak. Lebih berbinar lagi saat saya mengetahui bahwa event ini ditujukan bagi seluruh member komunitas Ibu Profesional dan naskah terpilih akan dibukukan. Karena artinya, karya kolaborasi lintas regional ini memiliki kesempatan untuk menebar manfaat yang lebih luas.

Alhamdulillah, memoar pengasuhan anak yang terangkum dalam buku *1001 Wajah Ibu* ini sukses menjejakkan kesan mendalam di hati pembaca. Rubrik Kata Psikolog di akhir setiap kisahnya pun menjadikan karya ini kian mencerahkan.

Beragam potret keseharian Ibu yang terekam seolah menarik pembaca menuju petualangan rasa yang berakhir di dermaga syukur. Syukur karena terlahir sebagai seorang perempuan. Syukur karena memiliki Ibu. Syukur karena diberi kesempatan menjadi Ibu. Dan syukur karena memiliki partner hidup sekaligus Ibunya anak-anak yang terbaik versi Allah.”

Annisa M. Gumay, Leader Ibu Profesional Jakarta 2018-2019

Artikel Terbaru

10 January 2014

Cloth Diaper (Clodi) atau popok kain modern saat...

13 January 2014

menulis biografi adalah menulis sejarah hidup. Ia...

13 January 2014

Promo murah adalah faktor penting dalam...

13 January 2014

Sering gagal menyelesaikan tulisan? Jangan...

Our Facebook