![]() |
Judul | Penulis | Penerbit | ISBN |
| Trilogi Keadilan (Buku II) KETIKA HUKUM MENYIMPANG: Kriminalisasi, Stagnasi, dan Peran Advokat dalam Menjaga Keseimbangan Sistem Peradilan Pidana |
Tomson Barutu, S.H., M.H. | Halaman Moeka Publishing | Proses | |
| Ukuran | Jumlah Halaman | Jenis Cover | Tahun terbit | |
| 148 x 210 mm | 120 | Softcover | 2026 |
Harga: 145.000
Sinopsis:
Sistem peradilan pidana tidak pernah benar-benar netral.
Di satu sisi, hukum dapat digunakan secara berlebihan untuk menekan individu.
Di sisi lain, hukum justru tidak dijalankan ketika seharusnya ditegakkan.
Dua fenomena ini—kriminalisasi (over-enforcement) dan stagnasi penegakan hukum (under-enforcement)—menunjukkan satu masalah yang sama: ketidakseimbangan dalam sistem hukum.
Dalam kondisi tersebut, advokat bukan sekadar profesi.
Ia adalah penyeimbang kekuasaan.
Buku ini membongkar bagaimana hukum bekerja dalam praktik, menguji efektivitas prinsip due process of law, serta menempatkan advokat sebagai aktor kunci dalam menjaga keadilan.
Dengan pendekatan yang tajam dan sistematis, buku ini:
Mengungkap pola penyimpangan dalam penegakan hukum
Menganalisis posisi advokat dalam sistem yang tidak seimbang
Menawarkan konsep revitalisasi peran advokat secara konkret
Ditulis dengan perspektif praktisi dan analisa yang mendalam, buku ini menjadi bacaan wajib bagi:
Advokat, hakim, jaksa, akademisi, dan siapa pun yang percaya bahwa hukum harus berpihak pada keadilan—bukan kekuasaan.
Karena pada akhirnya, kualitas hukum tidak ditentukan oleh kerasnya aturan,
melainkan oleh siapa yang berani menjaganya.
Pada akhirnya, sistem hukum tidak diuji ketika berjalan normal,
melainkan ketika menghadapi penyimpangan.
Dan dalam titik itulah, ketika hukum tidak lagi netral, advokat menjadi garis terakhir keadilan.
Dapatkan bukunya di:

Link Pilihan:









