Hampir semua orang punya keinginan untuk hidup mapan dan bahkan banyak orang bermimpi ingin menjadi kaya. Untuk meraihnya, tentu saja mereka harus berjuang. Namun tak banyak yang tahu bagaimana cara meraih keinginan itu.
Menjadi kaya tak semata bisa diraih dengan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Kita juga harus menghindari kebiasaan yang tanpa disadari menjadi penghalang kita untuk hidup berkecukupan.
Berikut adalah kebiasaan yang membuat kita susah hidup mapan.
1. TERBIASA BERHUTANG UNTUK KEPERLUAN KONSUMTIF
Seperti yang telah kita ketahui, beberapa utang konsumtif memiliki bunga yang tinggi. Hal itu bisa membuat kita semakin jauh dari cita-cita menjadi orang kaya karena utang dapat mengancam keuangan.
Cicilan atau angsuran rutin itu pasti. Sementara penghasilan belum tentu.
Utang membuat hidup kita tidak tenang. Jika tak kunjung lunas, utang bisa membebani mental.
Kebiasaan untuk berutang bisa menimbulkan ketergantungan. Jika ada kebutuhan sementara tabungan tidak ada, dengan otomatis kita akan memutuskan untuk berhutang. Tidak bisa berpikir untuk mencari solusi lain. Hal itu karena kebiasaan awal yang sudah kita terapkan untuk meminjam uang demi memenuhi kebutuhan.
Jadi, mulai sekarang, berusahalah untuk melunasi tiap utang konsumtif yang kita miliki dan usahakan untuk tidak berutang lagi setelah semuanya selesai.
2. ENTENG PADA PENGELUARAN KECIL
Kita mungkin berpikir bahwa menghabiskan uang lima puluh ribu setiap hari untuk segelas kopi di kafe, tidak memiliki pengaruh pada dompet. Bagaimana jika bukan hanya kopi yang kita beli? Cemilan, mungkin? Kebiasaan kecil inilah yang membuat orang boros. Mulailah perhatikan kebutuhan dan tahan diri untuk membeli hal-hal kecil yang sebenarnya tidak perlu.
Uang satu juta bisa dikumpulkan dari jumlah kecil. Demikian sebaliknya, uang satu juta mudah habis karena dikeluarkan untuk hal-hal kecil.
Baca juga: Menerbitkan Buku Indie – Paket Hemat Penerbitan Buku Secara Mandiri
3. MENGIKUTI GAYA HIDUP ORANG LAIN
Jika ingin hidup mapan, usahakanlah memiliki gaya hidup yang sesuai dengan keuangan kita. Jangan memaksakan diri untuk mengikuti gaya hidup tetangga. Mengukur kebahagian kita berdasarkan parameter keberhasilan orang lain adalah tindakan yang tidak tepat. Jika kantong tak sesuai, kita bisa terseok-seok dan akhirnya menghancurkan ekonomi kita.
Kita harus tahu bahwa Ini adalah sebuah penyakit. Jika kita terus mengikuti orang lain, maka itu adalah hal yang tak akan ada habisnya, sampai kapanpun.
4. SERING MEMBUAT ALASAN
Alasan adalah salah satu penghalang terbesar untuk meraih kekayaan. Misalnya, kita bisa saja mengatakan bahwa, “hidup itu harus dinikmati.” Lalu kita menjadikan prinsip itu sebagai alasan untuk bersenang-senang dan tidak mengalokasikan sebagian pendapatan untuk ditabung atau diinvestasikan.
Jika kita tidak menghasilkan cukup uang, carilah sumber pendapatan lain, bukan mencari alasan.
5. SELALU BERPIKIR NEGATIF
Biasanya orang yang berpikir negatif akan sulit untuk mencoba hal baru karena yang dipikirkan adalah risiko terburuknya saja. Kita jadi tidak berani melangkah maju dan hal inilah yang menghambat kita untuk jadi orang yang tercukupi.
6. SIFAT MALAS
Kemalasan tidak akan pernah membuahkan hasil yang baik. Jika kita ingin meraih sesuatu, maka harus mau bekerja dan berusaha keras. Rezeki enggan hinggap pada orang yang malas.
Hati-hati dengan sifat malas ini karena orang yang malas sering juga disertai dengan sifat lalai atau abai terhadap tanggung jawab yang seharusnya mereka emban.
Kemalasan memicu terjadinya kemiskinan dan ketertinggalan. Miskin dibandingkan dengan mereka yang rajin. Tertinggal jauh dari mereka yang berlari, sementara kalian hanya duduk menunda pekerjaan. Sifat malas menyebabkan kita enggan belajar ataupun melatih keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja dan bertahan hidup nantinya.
7. TERLALU LAMA MERATAPI KEGAGALAN
Semua orang pernah mengalami kegagalan. Tapi hendaknya jangan sampai membuat kita menyerah.
Gagal berbisnis dan kehilangan hampir segalanya adalah hal yang menyakitkan, tetapi kita tidak boleh terus-terusan meratapi kegagalan tersebut. Belajarlah dari kesalahan tersebut dan lanjutkan hidup.
8. BERGAUL DENGAN ORANG YANG SALAH
Kita adalah teman-teman kita. Manusia harus selektif memilih dengan siapa dia bergaul dan menjalin relasi. Daripada bergaul dengan orang toksik, bertemanlah dengan mereka yang optimis, memotivasi, dan mendukung.
“Dalam hidup, Anda hanya akan sukses jika Anda mengelilingi diri Anda dengan orang-orang yang tepat,” kata Thomas Corley.
9. TIDAK MEMILIKI RENCANA MASA DEPAN
Belum memiliki rencana untuk masa depan itu artinya kita membuang banyak kesempatan untuk menjadi orang berkecukupan. Seiring dengan perkembangan zaman, hidup harus direncanakan sejak jauh-jauh hari untuk menghadapi situasi ekonomi yang tak menentu.
Mempunyai rencana masa depan itu sumber motivasi. Ketika seseorang punya motivasi sekaligus ekspektasi terkait masa depan, kemungkinan untuk sukses tentu lebih besar.
Baca juga: 7 Keterampilan Penting yang Harus Kita Tingkatkan sebagai Penunjang Keberhasilan Hidup
10. MENGABAIKAN KESEHATAN
Kalau kita berbicara tentang keberhasilan tentu hal ini tidak dapat di pisahkan dari salah satu aspek kesuksesan yaitu, kesehatan.
“Gaya hidup yang buruk bisa menyebabkan masalah kesehatan yang berbahaya,” tulis Thomas Corley dalam buku “Change Your Habits, Change Your Life: Strategies that Transformed 177 Average People into Self-Made Millionaires .”
Ketika kita tidak sehat, kita menjadi cepat lelah, kurang produktif, lebih stres, dan lebih rentan sakit. Bagaimana kita bisa fokus membangun ekonomi jika harus berjuang mengatasi masalah kesehatan setiap hari?
Kesehatan adalah aset yang berharga bagi kita semua. Tanpa kesehatan tentu kita tidak akan dapat melakukan berbagai macam pekerjaan dan rutinitas dengan optimal. Itulah sebabnya, menjaga kesehatan itu sangat penting dan merupakan bagian dari prioritas yang paling utama yang harus senantiasa kita perhatikan.
Nah, demikianlah kebiasaan atau hal-hal yang harus kita hindari agar hidup kita bisa mapan secara ekonomi. Dengan menghindari 10 kebiasaan tersebut, mudah-mudahn kita semua bisa cukup secara ekonomi dan bahagia. Aamiin.
Tonton vide artikel ini di sini:







