![]() |
Judul | Penulis | Penerbit | ISBN |
| SERAPAN DAN DIKSI: Bidang Ekspor dan Impor |
Erlyn Rosalina & Linda Sari Wulandari | Halaman Moeka Publishing | 978-602-269-544-8 | |
| Ukuran | Jumlah Halaman | Jenis Cover | Tahun terbit | |
| 176 x 250 mm mm | 74 | Softcover | 2022 |
Harga:
Rp. 45.000 (belum termasuk ongkos kirim)
Sinopsis:
Kata serapan berada di banyak bidang, yaitu ilmu pengetahuan, teknologi budaya, dan lainnya. Hal ini terjadi karena banyak kosakata asing yang diambil dari berbagai bidang. Terutama, bidang ekspor impor yang banyak menggunakan kosakata asing dalam istilah-istilahnya. Komunikasi dalam bidang ekspor imporpun lebih cenderung menggunakan kosakata asing, seperti bahasa Inggris. Hal ini tentu saja, mau tidak mau kosakata asing akan masuk ke dalam bahasa Indonesia melalui proses penyerapan kata. Proses penyerapan kata dalam bahasa Indonesia terdiri dari empat cara, yaitu adopsi, adaptasi, terjemahan, dan penghibridan. Dari empat cara ini akan muncul hasil dari bentuk penulisannya dalam bahasa Indonesia.
Banyaknya kata serapan yang masuk ke dalam bahasa Indonesia dalam bidang ekspor impor, tentunya akan memberikan dampak terhadap eksistensi atau keberadaan bahasa Indonesia di bidang ini. Eksistensi atau keberadaan bahasa Indonesia bisa bergeser dan digantikan dengan kata serapan. Jadi, bisa saja kosakata asli dalam bahasa Indonesia bisa punah karena jarang digunakan lagi. Hasil dari eksistensi bahasa Indonesia dalam bidang ekspor impor dapat dianalisis melalui diksi atau pilihan kata. Uji coba diksi atau pilihan kata dilakukan dengan memilih kata asing dengan kata serapan dalam bahasa Indonesia serta kata asli dalam bahasa Indonesia. Dari uji coba ini akan terlihat dominasi pilihan kata dari pengkategorian tersebut. Selain itu, faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan kata dijelaskan melalui tujuh faktor, yaitu prinsip kehematan, kejarangan bentuk asli, keperluan akan kata yang searti, pembedaan arti di dalam bahasa sendiri yang kurang cermat, gengsi penggunaan bahasa asing, kemampuan bahasa penutur yang rendah, dan bahasa Indonesia bukan menjadi bahasa pertama dan kedua dalam berkomunikasi. Dari hasil pemilihan kata dan faktor-faktor yang memperngaruhinya, akan terlihat bagaimana eksistensi bahasa Indonesia di bidang ekspor impor.
Dapatkan bukunya di:

Link Pilihan:









