Teknologi informasi dan komunikasi beserta pengembangannya kini merupakan hal yang sulit dipisahkan dari masyarakat dan menjadi kebutuhan masyarakat. Kebutuhan mencari informasi terbaru, hiburan, menjalin hubungan relasi dan koneksi menjadi lebih mudah dan cepat dengan hanya dalam satu jaringan koneksi internet.
Media sosial pun semakin luas digunakan sebagai sarana pemasaran guna pengembangan sektor kepariwisataan. Termasuk yang dilakukan oleh para penyelenggara pariwisata di provinsi Kalimantan Timur.
Beberapa media sosial yang terkenal pada kalangan masyarakat Indonesia, yaitu Facebook, Line, Twitter, Pinterest, Youtube, Skype, Myspace, Path, Google Plus, Linkedin, Instagram dan lainnya. Masyarakat Indonesia sendiri terbilang cukup mudah beradaptasi dengan jenis-jenis media sosial yang baru. Ada empat kanal media sosial paling banyak digunakan masyarakat Indonesia, yaitu YouTube, Whatsapp, Facebook, dan Instagram (Kemp, 2019).
Provinsi Kalimantan Timur dianggap memiliki kedudukan penting dalam konstelasi kepariwisataan nasional, karena termasuk ke dalam 3 destinasi pariwisata nasional, 4 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan 8 Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN).
Buku ini disusun berdasarkan penelitian penulis secara mendalam mengenai pengadopsian media sosial oleh para penyelenggara pariwisata di wilayah Kalimantan Timur. Bagaimana media sosial bisa digunakan untuk marketing, bagaimana para penyelenggara memanfaatkan sistemnya, seberapa efektif penggunaan media sosial tersebut terhadap pencapaian kunjungan wisata, dan lain-lain.
Semoga buku ini berguna sebagai rujukan pemasaran objek wisata bagi para penyelenggara atau pengelola kepariwisataan di manapun berada. Berguna baik bagi pemerintah daerah, swasta, maupun masyarakat pada umumnya. Selamat membaca buku ini!
Dapatkan bukunya di: +62 812-5328-6069
Link Pilihan:








