Proposal
Maukah engkau,
bertemu mata ini setiap hari, tanpa celak dan maskara
Bibir yang sama setiap kali, tanpa lipstik dan sejenisnya
Hanya ada lengkung senyum dejavu yang menarik jiwamu
bergelung dalam relungku dengan segala sederhana
Sudikah engkau kelak, mereguk pahit kopi itu
yang kubuat tergesa sambil menunggu garing telur dadar di
teflon
ditemani deru mesin cuci di belakang
sedang lantai penuh mainan berserakan
(
April 2017)
Diambil dari kumpulan puisi Perempuan Selalu Ingat, karya Dian Rennuati (FLP Palembang)
Link Pilihan:







