PMII: Antara Pengalaman, Ide, dan Harapan di Tahun 2011-2012 – Wage Wardana

Alhamdullilahirobbil’alamin. Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga buku ini bisa terselesaikan dengan baik. Tak lupa, sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW sebagai teladan terbaik yang wajib diikuti oleh umatnya sepanjang zaman.

Buku ini bukanlah sebuah Magnum Opus, tapi buku ini adalah risalah pergerakan penulis dari tahun 2011 hingga 2012. Tujuan awal penulisan buku ini tadinya adalah untuk menandai satu dekade penulis bergabung dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang jatuh pada tahun 2012, namun pada saat itu harapan penulis tidak kesampaian, akhirnya setelah memberanikan diri terbitlah buku ini pada tahun 2015.

Buku ini berisi mengenai konsepsi, kritik dan otokritik, kepedulian, kecintaan, persepsi, subjektifitas, objektifitas dan harapan penulis terhadap PMII. Tentunya dengan Zet Geist atau jiwa zaman yang tertinggal diantara tahun 2011-2012, maka beberapa hal terlihat agak ganjil kalau dibaca pada tahun 2015 ini, karena memang tujuan awalnya pada saat tahun 2012, namun penulis yakin tulisan penulis masih relevan dan kontekstual untuk dibaca pada tahun 2015 ini.

Kumpulan tulisan ini adalah rangkaian ide yang penulis tuliskan sepanjang tahun 2011-2012, tepatnya ketika penulis masih menjabat sebagai salah satu Ketua PKC DKI Jakarta hingga penulis mengabdi pada PB PMII sebagai anggota. Selain itu, pola penulisan tematis adalah sajian utama dalam buku ini, oleh sebab tulisan ini adalah ide dan rangkaian konsepsi serta model pengembangan PMII berdasarkan realitas empiris yang terjadi, walau dalam beberapa tema penulis menuliskannya dengan merujuk pada berbagai buku atau kegiatan. Maka bahan tulisan terdiri dari berbagai cara yaitu pemikiran penulis pribadi, bahan makalah dari acara yang penulis ikuti atau bahkan bahan makalah penulis sendiri. Daftar rujukan saya cantumkan supaya pembaca mengetahui tema mana yang kita kutip dari buku atau moment tertentu.

Pada akhirnya penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah menjadi sumber ide penulis untuk menuliskannya menjadi sebuah buku, tentu terima kasih pertama saya ucapkan kepada orang tua yaitu Bapak Marhia dan Ibu Tisah, sebagai sumber abadi ide penulisan penulis, di samping keluarga besar penulis yaitu A Kirman — Teh Eli, Teh Ita — Pa Deni, Teh Ina — Bang Madi, A Ahda — The Nina, A Uyung, Teh Manin, Andes — Wahyu, Ito beserta Almarhumah Teh Wiwin, Almarhumah Teh Rona dan Almarhum Ujang Rahmat, di samping tentu saja para keponakan Syahrian, Cincia, Windy, Taruna, Alm. Syarifudin, Syifa, Wisnu, Ridwan, Tiffani, dan Alfiandra plus keluarga besar kedua penulis yaitu keluarga besar PMII. Saya yakin, banyak kekurangan dan keganjilan dalam buku ini, namun saya harap hal itu bisa menjadi pemicu buat sahabat-sahabati untuk melakukan tindakan perbaikan dan juga saya berharap sahabat-sahabat juga memproduksi kumpulan idenya menjadi bahan bacaan yang berguna bagi khalayak.

Akhirnya penulis mengucapkan selamat membaca dan menyampaikan rasa hormat dan bangga penulis kepada PMII, tanpa PMII saya tidak akan seperti sekarang ini dan tentu saja tidak bisa mengikuti skenario kehidupan seperti sekarang ini.

Wallahul Muwafiq Illa Aqwamith Thariq

Jakarta, 18 Juni 2015

Wage Wardana

M n T F Collection

Artikel Terbaru

10 November 2025

Halo, teman-teman semuanya. Sedang merasa...

03 August 2025

Pagi bukan sekadar waktu. Ia adalah fondasi. Cara...

17 July 2025

Apa jadinya jika hidup kita terus-menerus berubah...

02 March 2025

Pernahkan pada suatu moment, kalian mengatakan...

01 March 2025

Kesepian bukan sekadar perasaan melankolis yang...

28 February 2025

Manusia adalah mahluk sosial. Kita membutuhkan...

26 February 2025

Semua orang pasti ingin hidup bahagia. Aman...

26 February 2025

Menemukan orang yang tulus itu sulit. Sama...

Our Facebook

INGIN KONSULTASI?