Novel Cahaya Bulan: Ari Okta Wulandari

Ibu . . .

Kaulah yang kubanggakan. Kaulah tempatku berpijak.

Kaulah tempat sandaranku. Kaulah panutanku, segalanya bagiku.

Di tangan ibu-lah aku dapat merasakan betapa bahagianya diriku masih mempunyai ibu yang hebat sepertimu.

Betapa senangnya aku melihat ibu tertawa lepas.

Ya Allah . . .Berkatilah ibuku, curahkanlah rahmat-Mu untuk ibuku.

Berkatilah supaya aku dapat berbakti kepada ibuku dengan sepenuh hatiku. .Aamiin

– Ari Okta Wulandari –

Artikel Terbaru

10 November 2025

Halo, teman-teman semuanya. Sedang merasa...

03 August 2025

Pagi bukan sekadar waktu. Ia adalah fondasi. Cara...

17 July 2025

Apa jadinya jika hidup kita terus-menerus berubah...

02 March 2025

Pernahkan pada suatu moment, kalian mengatakan...

01 March 2025

Kesepian bukan sekadar perasaan melankolis yang...

28 February 2025

Manusia adalah mahluk sosial. Kita membutuhkan...

26 February 2025

Semua orang pasti ingin hidup bahagia. Aman...

26 February 2025

Menemukan orang yang tulus itu sulit. Sama...

Our Facebook

INGIN KONSULTASI?