Cerita ini kupersembahkan untuk Ibuku tercinta, Ya…hanya untukmu saja. Tak ada anugerah terindah selain cintamu…
Untuk Bapak, cintamu memang keji, tajam seperti pahatan mata pisau, menusuk dan membekas abadi di dalam sukma. Tapi, didikanmu membesarkan jiwaku untuk selalu jauh dari kesalahan, berani mengambil risiko, dan tetap setia dengan kejujuran.
Namun, kusadari bahwa cinta itu bekerja dengan cara yang unik, berbeda, dan penuh kisah-kisah ajaib seperti kerlap-kerlip bintang di langit.







