Novel Sang pangeran 1 – Moses Oyes

Kata Pengantar

cover-sang-pangeran-indieBuku ini berkisah tentang perjalanan Abe, pemuda yang akhirnya kembali ke desa setelah mengembara dan bertema dengan berbagai kisah.
Sambuara
Hari ini ikan hasil tangkapan Abe amat sedikit. Seperti hari-hari biasanya. Jarang sekali hasil tangkapannya bisa menghasilkan uang. Tidak memegang uang sepeser
pun sudah teramat biasa dialami masyarakat nelayan di Desa Sambuara, sebuah desa di Talaud. Salah satu wilayah kepulauan paling utara di Sulawesi Utara. Namun masyarakat desa itu tidak pernah kehilangan sukacita. Hidup mereka dipenuhi oleh nyanyian dan senda gurau. Pada musim angin barat yang ekstrim, mereka beralih ke darat, mengurusi kebun. Di sana mereka menanam ubi, singkong, pisang, talas dan pohon sagu. Sumber karbohidrat yang kaya.
Uang adalah benda yang langka. Memegang uang hanya terjadi apabila ikan yang didapat lebih banyak dari yang diperlukan untuk makan dan ada yang membeli sisanya. Jika diukur dari kepemilikan uang, mereka miskin. Tapi kemiskinan di Talaud berbeda dengan kemiskinan di kota besar. Tak punya uang di kota besar berarti tidak makan dan tidak bisa memenuhi kebutuhan lain. Makna miskin bagi masyarakat di desa Sambuara hanyalah tidak memiliki baju bagus, TV slim terbaru, kilap kilau perhiasan atau barang-barang bergengsi lainnya, bukan berarti kelaparan karena laut senantiasa menyediakan makanan melimpah dan tanahnya memberikan berbagai makanan serta rempah-rempah.
Begitu pula Abe, walau sangat miskin dan dianggap pembawa sial, ia tidak pernah merasa dirinya miskin,
dan ia menjadi lebih yakin setelah kembali dari Jakarta. Ia yakin dirinya beruntung karena memiliki sahabat yang hebat. Sahabat sejak kecil, teman terbaik, harta terbesar yang dimilikinya, Ungke, Wiem, Yopie dan Umar. Persahabatan sehidup-semati dengan takaran kesetiaan yang hanya bisa didapati satu dalam jutaan pola hubungan ala orang-orang Sicilia minus pengkhianatannya. Satu ciri yang menjadi perbedaan, kesetiaan persahabatan mereka adalah kesetiaan pada hati bukan pada sistem, organisasi atau materi.
Begitulah penggalan kisah alam buku ini. Semoga semua bagian cerita dapat menghibur dan bermanfaat bagi
pembaca. Kritik dan saran yang masuk saya ucapkan terima kasih.

Artikel Terbaru

19 July 2020

Kebuntuan ide atau yang sering disebut...

15 July 2020

Bahwa menulis semakin menguntungkan bukan lagi...

06 July 2020

Penulis kini menjadi profesi yang semakin...

Sumber gbr: freepick.com
01 July 2020

Untuk bisa melakukan akselerasi sebagai penulis,...

11 June 2020

Belum lama ini kita peringati Hari Buku...

08 June 2020

*** Sabrina Febrianti, masih duduk di bangku...

29 April 2020

Halaman sebelumnya di: 10 Penulis Buku Indie...

28 April 2020

Bisakah penulis buku lewat penerbit indie sukses...

Our Facebook