INSTRUMEN PENILAIAN KEAMANAN MODALITAS PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL EMPIRIS

Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan hidayahNya, telah dihasilkan Instrumen Penilaian Keamanan Modalitas Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris pada Panti Sehat. Instrumen ini mencakup Form Penilaian Keamanan, Cara Perhitungan Nilai Aman dan Panduan Teknis Penilaian Keamanan.

Instrumen ini dihasilkan melalui penelitian dan pengembangan parameter dalam form instrumen penilaian untuk diperoleh instrument yang valid dan reliabel. Instrumen ini juga telah diterapkan di 12 Kabupaten/Kota untuk dapat menetapkan cut off aman suatu modalitas pelayanan kesehatan tradisional empiris pada panti sehat. Instrumen ini menilai sebagai suatu modalitas yaitu secara bersama dinilai Penyehat Tradisional (Hattra), cara Perawatan dan Sarana, yang secara sendiri dan bersama-sama berpengaruh terhadap keamanan pelayanan kesehatan tradisional empiris.

Instrumen ini diarahkan kepada Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional sebagai bahan implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2016 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris dan bahan workshop kepada jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk dapat memberikan rekomendasi aman secara obyektif dan persepsi yang sama untuk slah satu persyaratan proses Surat Terdaftar Penyehat Tradisional (STPT).  Di samping itu juga menjadi bahan pembinaan terfokus kepada Hattra berdasarkan butir penilaian yang skor rendah. Pemanfaatan lebih lanjut oleh Sentra Pengkajian dan Pengembangan Pengobatan Tradisional (SP3T)  atau para peneliti di bidang pelayanan kesehatan tradisional empiris untuk mengeksplorasi atau skrining  keamanan modalitas pelayanan kesehatan tradisional empiris yang ada di masyarakat dan sebagai dasar penelitian lebih lanjut untuk pembuktian keamanan dan manfaat pada tingkat yang lebih tinggi.

Penulis sampaikan terima kasih dan penghargaan kepada jajaran Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan yang telah memfasilitasi penuh dihasilkannya instrumen ini, kepada jajaran Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional untuk saran dan masukannya, kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota (Tangerang, Bandung, Jakarta Timur, Purwokerto, Yogyakarta, Semarang, Solo, Surabaya, Sidoarjo, Denpasar dan Badung) yang memfasilitasi dengan baik dalam observasi pelayanan kesehatan tradisional empiris setempat, kepada Pakar di bidang pelayanan kesehatan tradisional baik dari Pusat, daerah dan asosiasi, dan kepada para peneliti yang sangat konsisten di bidang pelayanan kesehatan tradisional.

Semoga instrumen ini menjadi cikal bakal untuk mendorong pengembangan pelayanan kesehatan tradisional empiris yang aman dan bermanfaat guna ikut berkonstribusi dalam peningkatan kesehatan masyarakat.

Penulis

 

Link Pilihan:

Artikel Terbaru

19 July 2020

Kebuntuan ide atau yang sering disebut...

15 July 2020

Bahwa menulis semakin menguntungkan bukan lagi...

06 July 2020

Penulis kini menjadi profesi yang semakin...

Sumber gbr: freepick.com
01 July 2020

Untuk bisa melakukan akselerasi sebagai penulis,...

11 June 2020

Belum lama ini kita peringati Hari Buku...

08 June 2020

*** Sabrina Febrianti, masih duduk di bangku...

29 April 2020

Halaman sebelumnya di: 10 Penulis Buku Indie...

28 April 2020

Bisakah penulis buku lewat penerbit indie sukses...

Our Facebook