Pengantar falsafah Bhinneka Tunggal Ika – Teguh Handoko Susilo

SAMBUTAN

Sambutan Prof. Dr. Maswadi Rauf, MA.

Buku yang ada di tangan Anda sekarang ini adalah sebuah buku tentang filsafat sosial yang dilatarbelakangi oleh filsafat Jawa. Buku ini mengupas salah satu prinsip penting dalam kehidupan negara-bangsa Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, yaitu sebuah prinsip tentang perlunya persatuan dan kesatuan semua warga bangsa Indonesia meskipun terdapat perbedaan sosial, kultural, dan agama di antara mereka. Perbedaan-perbedaan tersebut tidak dianggap sebagai penghalang untuk hidup bersama secara damai.

Prinsip Bhinneka Tunggal Ika bukanlah milik bangsa Indonesia saja, tetapi juga dimiliki oleh semua bangsa di dunia karena fakta sosial menunjukkan bahwa tidak ada satu pun bangsa di dunia ini yang hanya terdiri dari warga negara yang berasal dari satu suku/ras saja atau satu agama saja. Fakta sosial ini pulalah yang mendorong berkembangnya faham toleransi di dalam demokrasi yang melahirkan konsep bangsa. Bangsa adalah sekumpulan orang yang bersatu meskipun berbeda dalam banyak hal. Perbedaan tersebut tidak membuat orang bermusuhan. Namun, keberhasilan demokrasi dan negara-bangsa ditentukan oleh kemampuan warganya untuk mengembangkan toleransi dan persatuan di antara mereka.

Tentu saja Bhinneka Tunggal Ika mempunyai hubungan yang erat dengan Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia. Kelahiran Pancasila disebabkan antara lain oleh adanya kesadaran bahwa masyarakat yang tinggal di kepulauan Nusantara adalah masyarakat majemuk (plural) yang hanya bisa kuat kalau mereka bersatu. Pentingnya persatuan ini kemudian ditunjukkan dengan dimasukkannya Persatuan Indonesia sebagai salah satu sila Pancasila. Kita juga sudah mengalami bahwa Pancasila telah mampu menjadi alat pemersatu bangsa bila terancam oleh perpecahan berupa separatisme dan kudeta.

Pancasila adalah sebuah ideologi milik bangsa Indonesia yang sudah didukung oleh konsensus nasional. Namun masih banyak yang harus dilakukan untuk membuat Pancasila sebagai ideologi yang operasional, dalam arti bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di bidang-bidang sosial, politik, ekonomi, dan budaya sehingga terlihat perbedaan antara negara Pancasila dengan yang bukan negara Pancasila. Hal ini adalah tantangan bangsa Indonesia ke depan bila kita ingin mewujudkan Pancasila secara nyata, tidak hanya slogan.

Dalam pola pikir seperti itu, sumbangan pemikiran yang berasal dari masyarakat untuk menjabarkan dan mewujudkan Pancasila secara nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara patut disambut baik. Buku ini dapat dianggap sebagai salah satu sumbangan pemikiran dari warga masyarakat yang dilakukan secara sukarela dan mandiri. Sebuah ideologi harus berkembang dari bawah (masyarakat) sehingga ideologi itu bisa sesuai dengan nilai-nilai yang berkembang di dalam masyarakat bersangkutan. Ide Bung Karno tentang Pancasila yang digali dari bumi pertiwi Indonesia harus dijadikan pedoman dalam mengembangkan Pancasila.

Buku ini dapat dianggap sebagai titik awal dari usaha mengem bangkan nilai-nilai Pancasila.

Pemerintah Indonesia seharusnya mendorong masyarakat, termasuk dunia akademis, untuk mendiskusikan nilai-nilai Pancasila dan penerapannya di dalam masyarakat. Penelitian, penulisan, dan diskusi tentang Pancasila perlu dikembangkan sehingga terbentuk ideologi Pancasila sebagai pedoman bagi bangsa Indonesia dalam bertindak. Oleh karena itu perlu dikembangan wacana piblik (public discourse) untuk mencari nilai-nilai Pancasila yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Buku ini memang ditulis dalam bentuk paragraf-paragraf pendek (juga ada yang panjang) yang sarat dengan nilai-nilai filosofis. Memang bisa saja terjadi perbedaan pendapat dengan pembaca tentang isi yang ditulis dalam buku ini. Hal ini harus dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Justru disitulah arti penting sebuah tulisan agar bisa menghasilkan wacana publik dengan munculnya pemikiran-pemikiran baru yang memperkaya gagasan-gagasan yang sudah ada.

Penulis lain diharapkan dapat membuat gagasan-gagasan abstrakyang ada menjadi langkah-langkah nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selamat membaca!

Link Pilihan:

Artikel Terbaru

22 March 2019

(Font logo facebook, google, youtube, adidas,...

01 March 2019

Ketika kita menulis sebuah tulisan atau karangan...

21 February 2019

Buku telah menjadi media yang dapat digunakan...

08 February 2019

Buku-buku KPK yg dicetak di tempat...

08 February 2019

Bagi penulis atau siapapun yang akan mencetak...

06 February 2019

Cloth Diaper (Clodi) atau popok kain modern...

06 February 2019

Banyak komunitas bermunculan di sejumlah jejaring...

06 February 2019

Begitulah penggalan sinopsis dari buku Life...

Our Facebook