Our Facebook

MOM,+plesae+stay+aliveAlhamdulillah, buku yang ditunggu akhirnya terbit juga. Saya yakin tulisan Bunda akan menenangkan hati dan memberi semangat bagi sesama penyintas maupun bukan penyintas. Bunda Ly bercerita pengalaman beliau dengan bahasa yang ringan dan apa adanya, tanpa melebih-lebihkan. Memang begitu adanya karena saya menyaksikan sendiri bagaimana semangat beliau di bulan Ramadhan, membuat saya tersadar bahwa hidup dengan tujuan yang jelas memang akan membuat kita berbinar-binar penuh semangat. Buku ini adalah salah satu bukti semangat beliau, terimakasih Bunda.
-Adel Ilyas. Blogger , Dokter Gigi,  http://ladangjiwa.com  -

Subhanallah, membaca buku ini membuat saya ternganga, tak percaya tetapi nyata.
Seorang wanita yang sedang mengidap penyakit kanker masih mampu bercerita dengan gaya ngepop dan riang gembira tentang penyakit yang bersarang dan menyerang tubuhnya lebih dari dua tahun.
Dia bukan seorang tentara.
Dia juga bukan seorang komandan pasukan elit dengan tongkat komando di tangannya.
Namun dia mampu mengobarkan semangat kepada dirinya dan orang lain untuk tak gentar berjuang melawan kanker.
“Kanker ini sadis dan kejam, membuat banyak orang menderita.
Karena itu ia harus dilawan dengan sekuat tenaga,” begitu tekadnya.
Buku penuh makna ini layak dibaca oleh setiap orang agar dalam menghadapi setiap episode dalam hidup dan kehidupannya selalu semangat, tak mudah menyerah, dan tegar, setegar karang di tengah lautan. Mengapa ? Karena ada Tuhan di dekat kita.
Kobarkan terus semangat perangmu, Sahabat. Jangan pernah menyerah karena menyerah hanya bagi jiwa yang lemah.

Sebagai komandan pasukan sekutu saya selalu siap membantumu!
~Abdul Cholik,Penulis Buku “Rahasia Menjadi Manusia Kaya Arti”,Blogger: http://abdulcholik.com

Alhamdulillah, Bunda yang satu ini adalah bunda yang  sangat patut dijadikan contoh semangat berjuang dan semangat berkarya. Di sela-sela waktu  terapi dan perjuangannya menghadapi rasa sakit, beliau tetap penuh optimisme dan ceria menjalani hidup. Tulisan-tulisannya di blog selama ini sudah menjadi semacam oase, panutan, tempat curahan hati bagi banyak teman, semoga dengan terbitnya buku ini semakin banyak  penyintas, entah kanker atau  sakit apapun itu, dan juga yang bukan penyintas dapat termotivasi. Maju terus bunda……salut….

Salam

Monda Siregar, Blogger, Dokter Gigi, http://mondasiregar.com

“Membaca buku ini saya serasa didudukkan di dalam sebuah cinema dan dibuat terpana, terharu dan takjub!
Berulangkali saya harus berdecak kagum dan menyebut asma Allah. Subhanallah ya Allah, Engkau tak hanya memberi cobaan maha dasyat, tapi juga membekali hambaMU [penulis buku] ini senjata ampuh berupa semangat juang dan rasa optimis untuk tidak menyerah hingga titik darahnya yang penghabisan.

Buku ini menyajikan sebuah ‘film’ tentang perjuangan seorang ‘pejuang’ tangguh, seorang wanita, seorang ibu, yang tiba-tiba saja divonis positif mengidap kanker!  Sebuah vonis yang otomatis akan membuat siapapun yang mengalaminya shock, gamang, dan kehilangan arah untuk menentukan langkah berikutnya.

Namun jangan membayangkan buku ini akan penuh dengan keluh kesah dan deraian airmata apalagi keputusasaan, karena pejuang yang satu ini, tak hendak membiarkan si penjajah dengan mudah berjaya dalam menggerogoti tubuh dan meneror psikisnya. Sama sekali tidak. Bahkan saya dibuat berdecak kagum karena pejuang ini mampu menyikapi tindasan si penjajah dengan sikap positif. Senyum simpul juga tak henti mencuat dari bibir saya membaca tulisannya yang dengan santai dan penuh rasa humor dalam menggambarkan karakter dan tingkah si ‘penjajah’. Ck..ck..ck…
Pejuang ini bernama Bunda Lily dan penjajah itu bernama Kanker Tulang Rawan.

Buku ini tak hanya layak dibaca oleh para penyintas kanker [cancer survivor], tapi wajib dibaca dan menjadi koleksi kita yang masih diberi kesempatan mengaku bebas dari cancer maupun penyakit lainnya, karena buku ini memaparkan banyak sekali pembelajaran dan inspirasi bagi kita untuk tetap menjalani hidup dengan penuh semangat, penuh rasa syukur dan senantiasa bersikap positif.