Our Facebook

Distributor adalah penghubung antara penulis self-publishing dengan toko buku besar seperti Gramedia, Gunung Agung, dll. Jadi, jika ingin buku indie Anda beredar di toko-toko buku tersebut, usai cetak, Anda mesti mengantar buku ke distributor. Dari distributor pulalah, akan Anda terima laporan penjualan buku serta pembayarannya.

Sebelum memilih distributor buku, hendaknya Anda pertimbangkanlah hal-hal berikut. Sesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan Anda:

  • Jangkauan distribusi: nasional atau lokal?

Ini terkait dengan oplah cetak. Distribusi buku secara nasional tentu memerlukan buku dengan oplah besar–umumnya minimal 3,000 eks. Meski ada pula distributor yang bisa mendistribusikan 1,000 eks untuk nasional–dengan catatan, waktu distribusi lebih lama.

Sementara jika didistribusikan lokal di Pulau Jawa, umumnya minimal 1,000 eks. Khusus Jabodetabek tentu lebih sedikit lagi. Pertimbangkan jangkauan distribusi ini dengan jenis buku ini, tingkat efektivitas, serta alternatif. Tanyakan pada diri Anda sendiri, misalnya: “Efektif nggak sih kalau buku ini tersebar nasional? Bagaimana kalau distribusinya Pulau Jawa saja, kemudian untuk luar Pulau Jawa, dijualkan sendiri secara online?”

Pemilihan distributor ini bisa jadi terkait dengan area pajang di toko buku. Ada kalanya, distributor memesan rak pajang buku laris di toko buku. Gunanya, untuk memancing rasa penasaran pembeli untuk membeli buku tersebut.

  • Berapa jumlah minimal eksemplar yang diminta?

Selalu tanyakan di muka, berapa jumlah oplah yang diminta dengan jangkauan distribusi mereka

  • Berapa bagi hasil yang diminta?

Umumnya bagi hasil distributor antara 45-55% dari harga buku per eksemplar. Angka ini sekitar 30-35%nya akan dikembalikan distributor pada toko buku yang mendistribusikan

  • Bagaimana sistem pembayarannya?

Tanyakan: kapan Anda akan menerima pembayaran pertama? Selang berapa bulan dari sejak buku dikirim ke sana?

  • Bagaimana laporan penjualannya?

Saat penagihan, hal-hal administratif apa saja yang perlu disiapkan? Pengalaman kami, setiap bulan distributor mengirim laporan penjualan. Kemudian, kami membuat penagihan per bulan dengan melampirkan: laporan penjualan, surat penagihan, serta nomer rekening. Pada tanggal tertentu setiap bulan, pembayaran kami terima.

  • Apakah pembayaran yang ditransfer nanti sudah dipotong pajak?

Dulu kami diminta no NPWP di muka. Sehingga pembayaran yang kami terima sudah bersih dari potongan pajak.

  • Cari testimoni sejumlah pihak yang pernah menggunakan distributor tersebut. Puaskah mereka?

Cermati buku indie yang ada di toko buku, kemudian hubungi penulisnya. Tanyakan, distributor apa yang mereka gunakan. Puaskah mereka?

  • Apakah mereka memiliki website?

Dari website akan tampak kredibilitas distributor. Sejak kapan mereka berdiri? Ada berapa jumlah klien mereka? Toko buku apa saja yang masuk jaringan mereka? Buku-buku seperti apa yang mereka distribusikan? Cermati detil web mereka.

  • Tanyakan kemungkinan jika buku tidak habis terjual

Selalu ada kemungkinan buku Anda tidak habis terjual. Ini karena, toko buku juga punya periode tayang buku. Agar buku-buku baru bisa dipajang di sana, buku-buku lama yang tidak laku diretur. Tanyakan di muka, jika ada sisa, apa yang akan dilakukan distributor.

Pengalaman kami: Pertama, distributor menawarkan secara resmi untuk menjualkan dengan harga obral. Jadi sisa buku dibayar tunai oleh distributor dengan harga obral yang ditawarkan distributor. Kedua, saat masih ada sisa juga, distributor akan mengirimkan pemberitahuan retur resmi dan minta buku diambil.

—-

Semoga postingan ini bermanfaat, dan semoga Anda berjodoh dengan distributor yang tepat :)

==== Free Self Publishing Service | HalamanSatoe.Com Connect with us: E-mail: halamansatoe@gmail.com FB: HalamanSatoe Twitter: @halamansatoe