Pengarang : Sutjipto Wirosardjono
Tebal : 192 Halaman
Sinopsis :
Sutjipto Wirosardjono pada dasarnya seorang ahli statistik yang luas sekali peta pemikiran sosiologi-politiknya. Banyak mahasiswa yang bisa mengagumi -artinya bisa mengapresiasikan – esei-esei sosialnya di majalah Tempo atau Harian Kompas pada pertengahan tahun 1970-an dulu.
Ahli statistik juga bisa menjadi ahli menulis esei yang komunikatif, menggelitik dan “inspiring”, dan kita, para pembaca, pernah diwakili Romo Mangun (JB Mangun Wijaya), yang kagum akan keberaniannya bersikap terbuka, blak-blakan, dan apa adanya terhadap pemerintah otoriter saat ini.
“Dia itu berani mengambil resiko dan mempertaruhkan jabatannya,” kata Romo Mangun almarhum. “Kalau saya bisa berani, ini akan lumrah karena saya tak akan kehilangan apa-apa” katanya lagi. Konon Pak Harto pernah pula marah atas tulisannya. Tapi Tjipto tetap menulis, dan tak jarang menohok langsung bisnis keluarga Cendana.
Kumpulan esei yang ada di tangan pembaca sekarang ini berasal dari tulisan-tulisannya yang tergolong mutakhir, dan semua dari media yang sama : harian Republika. Di dalam kumpulan tulisan yang diberi judul “Mikul Duwur Mendem Jero” ini dapat kita temui perkara politik penting, mulai dari “Ihwal Presiden yang akan Datang,” Resepsi di Kedutaan Amerika,” “Pengajian Reboan di Istana”, Lembaga Ilmiah Eikman,” “Grasi Buat Tommy, sampai “Serangan Pemoem”. Diharapkan, esei-esei ini paling tidak dapat memberi pencerahan pada diri kita di tengah suasana politik Indonesia yang makin ruwet.